Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:06wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ingin Muka Mulus Bebas Jerawat, Hindari Empat Makanan Ini

Minggu, 04-April-2021 13:00

Ilustrasi memencet jerawat.
Foto : freepik.com
Ilustrasi memencet jerawat.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebal dengan jerawat yang muncul di mukamu? Lebih menyebalkan lagi jika ternyata jerawat Itu susah sekali dihilangkan dan bahkan semakin parah yang membuat mukamu jadi jelek.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan Independent beberapa pekan lalu, salah satu penyebabnya adalah karena makanan yang kita konsumsi. Dalam laporan itu disebutkan bahwa makanan-makanan yang tinggi indeks glikemiknya membuat jerawat jadi semakin susah disembuhkan.

Tentu saja faktor infeksi serta hormonal juga jadi penyebabnya. Tapi menghindari konsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi Juga harus Kita lakukan.

Jerawat ditandai dengan munculnya suatu benjolan dengan warna kemerahan atau putih.

Biasanya, saat jerawat muncul akan diikuti rasa sakit dan nyeri yang tidak nyaman. Jerawat memang bisa ditimbulkan oleh beberapa faktor seperti kotoran yang menumpuk, konsumsi makanan yang tak sehat serta faktor hormonal.

Berikut ini 4 makanan yang harus dihindari saat jerawat meradang karena punya indeks glikemik tinggi; roti putih, sereal, makanan tinggi gula, dan terakhir adalah produk olahan susu.

Kenapa roti putih harus dihindari saat kamu sedang punya Jerawat? Jelas karena roti terbuat dari tepung terigu yang memiliki indeks glikemik yang tinggi.

Roti putih akan sangat cepat untuk dicerna menjadi glukosa di dalam tubuh. Ketika suatu makanan cepat dicerna oleh tubuh menjadi gula ini akan menyebabkan lonjakan gula darah.

Gula darah yang menumpuk akan menghambat aliran darah. Efeknya ini akan menyebabkan peradangan yang semakin parah pada jerawat.

Jika kamu tetap ingin makan roti, pilih yang terbuat dari gandum, 

Kemudian sereal. Bahan makanan yang ditemukan di toko-toko atau supermarket beberapa mungkin akan mengklaim bahwa sereal tersebut sehat. Nyatanya, sereal yang paling sehat pun akan mengandung gula yang cukup tinggi.

Gula menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam ukuran lumayan banyak untuk menciptakan rasa sereal yang manis dan enak untuk sarapan. Selain itu banyak sereal yang juga tidak terbuat dari biji-bijian utuh melainkan biji-bijian olahan.

Ini sangat berbahaya karena sumber glukosa yang masuk akan semakin banyak. Selain kadar gula yang tinggi, biji-bijian olahan juga memiliki indeksglikemik yang tinggi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan memperparah peradangan.

Kemudian makanan tinggi gula. Gula memang menjadi musuh bagi aliran darah. Gula yang masuk ke dalam tubuh terlalu banyak akan menumpuk dan menyebabkan penyumbatan aliran darah.

Kadar gula yang menumpuk dalam darah ini sangat berbahaya dan sebagai pemicu yang kuat bagi inflamasi kulit. Aliran darah yang tersumbat akan memberikan efek yang luar biasa buruk pada masalah jerawat yang ada pada permukaan kulit.

"Aktivitas asupan gula yang tinggi akan masuk ke dalam aliran darah yang nantinya akan meningkatkan inflamasi pada kulit," kata Dr. Zeichner selaku dermatologis dan direktur dermatologis klinis.

Terakhir adalah produk olahan susu seperti susu sapi, secara khusus susu skim menjadi produk olahan susu yang dikaitkan dengan efek peradangan yang tinggi. Susu skim ternyata dikatakan memiliki kandungan gula yang tinggi.

Kandungan gula yang tinggi pada susu skim ini ditimbulkan oleh sirkulasi hormon pada sapi ketika memproduksi susu. Beberapa penelitian bahwa memang telah menunjukkan masalah jerawat terjadi lebih parah pada konsumen produk olahan susu.

"Menariknya, yoghurt dan keju tidak dikaitkan dengan timbulnya jerawat," kata Dr. Zeichner.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP