Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:30wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Ingatkan Pemerintah Soal Pengambilalihan TMII, EK Sebut Fadli Zon Kebakaran Celana Dalam

Jumat, 09-April-2021 15:04

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Gerindra, Fadli Zon menanggapi pengambilalihan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh pemerintah.

Dirinya pun mengingatkan jangan sampai TMII dijual oleh negara hanya untuk membayar hutang negara.

Tanggapannya itu disampaikan Fadli Zom melalui cuitan di akun Twitter @fadlizon miliknya pada Rabu, 7 April 2021.

"Jangan Sampai TMII dijual juga untuk bayar hutang," tulis Fadli Zon.

Cuitan Fadli Zon ini pun mendapat tanggapan dari pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadi. Menurut Eko, terkait pengambilan alih aset tersebut, dirinya menyebut Fadli Zon layaknya kebakaran celana.

Ia pun meminta Fadli Zon untuk keramas.

"Pembela Cendana. Wong aset pemerintah yang lama dirampok mau diambil alih, kok. Dia yang kebakaran celana dalam? Keramas gih, Zon!" kata Eko dalam akun Twitternya.

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

Sebelum dialihkan ke Kemensetneg, TMII selama ini dikelola oleh Yayasan Harapan Kita.

Perihal pengambilalihan TMII oleh Kemensetneg tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno pada Rabu, 7 April 2021.

Pratikno menyampaikan bahwa berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 51 tahun 1977 TMII merupakan aset atau milik negara.

Tetapi, menurutnya, selama ini hampir 44 tahun pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita.

“TMII itu menurut Keppres No. 51 Tahun 1977, TMII itu milik negara Republik Indonesia tercatat di Kemensetneg. Yang pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita,” ujar Pratikno, dikutip dari kanal YouTube Kemensetneg.

“Jadi Yayasan Harapan Kita ini sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara itu yang tercatat di Kemensetneg,” sambungnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati