Netral English Netral Mandarin
08:08wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Internet Terlemot se-Asia Tenggara tapi Indonesia Tertinggi Hoax dan Caci Maki, Fahri: Serem Amat, Yak!   

Kamis, 25-Februari-2021 09:35

Fahri Hamzah
Foto : Istimewa
Fahri Hamzah
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS Fahri Hamzah mengunggah tautan hasil temuan Microsof tentang kondisi pengguna internet Indonesia. 

Temuan itu menyatakan bahwa pembelahan di dunia maya terbawa ke dunia nyata, dan sebaliknya. Pasca Pilpres 2019 warganet Indonesia masih terpecah dua bahkan untuk situasi pandemi yang justru membutuhkan saling empati.

Meski Internet di Indonesia paling lemot se-Asia Tenggara, ternyata tidak menghalangi warganet Indonesia saling caci, tebar berita bohong dan diskriminasi.

Kamis (24/2/21), Fahri Hamzah pun langsung mencuit pendek: "Serem amat yak...!"

Untuk diketahui, Microsoft secara rutin mengeluarkan hasil risetnya yang dinamai Digital Civility Index (DCI). Februari 2021 ini Microsoft merilis hasil temuannya untuk tahun 2020 lalu.

Dinukil Findonews.com, temuan umum dalam riset Microsoft adalah saat pandemi “Online Civility” naik, hal ini disebabkan orang tidak ada pilihan selain hidup di dunia digital. 

Indonesia menjadi negara terendah peringkatnya di Asia Pasifik, karena angka hoax, ujaran kebencian, diskriminasi, dan perundungan (bullying) yang tinggi. Singapura berada di posisi tertinggi di kawasan ini. Indonesia ada di posisi paling dasar yakni ke-29 dengan indeks DCI sebesar 76.

Indeks menerapkan skor dari 0 sampai 100. Makin rendah skor berarti paparan risiko online makin rendah, sehingga tingkat kesopanan di internet negara itu disimpulkan makin tinggi.

Sebaliknya, skor tinggi artinya resiko di dunia digitalnya makin tinggi, dan peringkatnya rendah. Termasuk dalam hal ini Indonesia. Di Indonesia, generasi milenial menjadi kelompok sebagai korban perundungan tertinggi yaitu 54%, diikuti generasi Z sebesar 47%.

Riset ini dilakukan sejak tahun 2016 oleh Microsoft dalam upaya mempromosikan interaksi daring yang lebih aman, lebih sehat, dan lebih saling menghormati.

Microsoft mensurvei remaja dan orang dewasa di seluruh dunia. Responden ditanyai tentang 21 jenis resiko daring dalam empat kategori: perilaku, seksual, reputasi, dan gangguan pribadi. 

Lebih dari 16.000 responden di 32 negara terlah berpartisipasi, 503 responden berasal dari Indonesia. Penelitian diselesaikan pada bulan April dan Mei 2020.

Negara paling ‘aman dan sopan’ adalah Belanda. Sementara negara dengan perkembangan tertinggi di tahun terakhir adalah Columbia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto