Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:12wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Utang Indonesia Rp7 Triliun dari Bank Dunia, TZ: Sementara Uang yang Dimaling 100 Triliun

Jumat, 19-Februari-2021 14:32

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan pengurus MUI, Tengku Zulkarnain menyoroti pinjaman Indonesia kepada Bank Dunia sebesar Rp. 7 triliun rupiah.

Padahal kata Tengku Zul, uang yang diambil melalui BPJS Tenaga Kerja, Jiwasraya, Asabri hingga Bansos mencapai hampir Rp 100 triliun.

"Indonesia tarik hutang 7 trilyun dari bank Dunia. Sementara duit yg dimaling BPJS Tenaga Kerja, Jiwasraya, Asabri, Pelindo II, Bansos, dll hampir 100 trilyun," kata Tengku Zul dalam cuitannya.

Diketahui, Indonesia resmi mendapat pinjaman sebesar US$ 500 juta atau setara Rp 7,05 triliun (kurs Rp 14.100) dari Bank Dunia alias World Bank (WB).

Pinjaman itu pun kabarnya sudah disetujui oleh Dewan Direksi Bank Dunia.

Tujuan pemberian pinjaman atau utang ini adalah untuk memperkuat ketahanan finansial dan fiskal Indonesia terhadap resiko bencana alam, perubahan iklim, dan resiko yang berasal dari sektor kesehatan.

"Guncangan dan bencana seperti itu terus menerus menjadi ancaman bagi kemajuan pembangunan Indonesia," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen dalam keterangan resminya, Jumat (22/1/2021).

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kesiapan finansial dalam menghadapi bencana, perubahan iklim, dan krisis kesehatan seperti COVID-19 semakin penting bagi Indonesia.

"Dukungan ini akan membantu pemerintah memberikan respon yang lebih tepat sasaran dan tepat waktu, mengurangi dampak bencana dan membantu melindungi kemajuan pembangunan Indonesia," kata Sri Mulyani.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli