Netral English Netral Mandarin
16:13wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Indonesia Harus Tunggu 10 Tahun Lebih untuk Bebas Covid-19? Ini Kata IDI

Minggu, 07-Februari-2021 21:00

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
Foto : IDI
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apa benar Indonesia harus menunggu 10 tahun lebih untuk bebas dari pandemi Covid-19?. Pertanyaan ini mencuat berdasarkan kecepatan vaksinasi yang dianalisis dari database Bloomberg.

Mengetahui hal ini, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD angkat bicara.

Menurutnya, analisis itu bisa keliru bisa benar. Alasannya, karena Amerika Serikat saja belum bebas dari influenza meski vaksinnya sudah lama ditemukan.

"Fakta lain, influenza memakan korban jiwa puluhan ribu orang tiap tahunnya di sana. Notabene mereka adalah negara yang disebut maju dan kaya," kata dia dalam keterangannya, Minggu (7/2/2021).

Kedua, Prof Zubairi juga bicara terkait penyakit HIV/AIDS. Dia pertanyakan, apakah negara maju mampu mengatasinya? Menurutnya, tidak juga.

Sejak kasus pertama dilaporkan pada 1981, HIV/AIDS belum juga teratasi sampai sekarang. Padahal, umur penyakitnya sudah 40 tahun dan masih saja banyak kasusnya.

"Ya kalau analisis menyatakan Indonesia baru bisa bebas pandemi 10 tahun lagi, ya kemungkinan benar. Apalagi melihat fakta penyakit flu dan AIDS, yang sampai sekarang belum juga teratasi," jelas dia.

Tapi, menurutnya negara-negara lain yang diprediksi lebih cepat mengatasi pandemi Covid-19 ini juga kemungkinan salah.

"Kenapa? Ya saya pernah bilang bahwa Covid-19 ini berpotensi menjadi endemi baru, penyakit yang hanya ada di lokasi atau populasi tertentu," tegas dia.

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani