Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:58wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
All England: Indonesia Dipaksa WO Beda Nasib dengan Denmark, Thailand, dan India, Netizen:  Masuk Diskriminasi Internasional?

Kamis, 18-Maret-2021 14:55

Ilustrasi All England
Foto : Sindonews
Ilustrasi All England
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Berita buruk di mana Timnas kita gagal ikut All England ramai menjadi pembicaraan warganet. Dikabarkan, Tim bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 terkait situasi pandemi dan memunculkan perbedaan nasib antara Indonesia dengan Denmark, Thailand, dan India.

Menjelang dimulainya All England 2021 di Birmingham, Inggris, ada pengumuman mengenai temuan kasus positif COVID-19 di tim India, Denmark, dan Thailand. Pada prosesnya, para pebulutangkis dari ketiga negara tersebut dinyatakan telah negatif dan bisa main.

Sementara itu, tim Indonesia bernasib beda. Sekalipun telah divaksinasi COVID-19 sebelum berangkat ke All England dan kemudian menjalani swab tes PCR dengan hasil negatif setibanya di Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre, ada kabar buruk yang datang setelah beberapa wakil Merah Putih turun bertanding.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis (18/3/21) muncup pendapat adanya dugaan diskriminasi tingkat internasional. Benarkah demikian?

MLT: “Yang menarik, seperti dikatakan Humas dan Media PBSI Fellya Hartono yang mendampingi tim di Birmingham, ada perbedaan penyelenggaraan tes dan sistem tracing dari yang dialami oleh Indonesia dibandingkan dengan tim Denmark, Thailand, dan India.”

Haerdy Heerdiamand II: “Sdh msk rana diskriminasi internasional sptnya ya Mak...? Ikut sedih tidak bisa nonton pertandingan bulu tangkis...”

Kgph Adipati Sekar Langit: “Musuh Timnas Indonesia pd keder.”

Dwi Kristina: “Ayooo kita balas dengan kebaikan semoga mereka semua yang gak adil gak merasakan yang dirasakan sama tim bultangkis kita... semoga setelah ini pembulu tangkis kita langsung dikasih berturut2 kemengan dan kesehatan selalu...Amiin.”Elizabeth Mamik: “Prihatin Mak... Timnas Indobesia yg sabar ya…”

Sementara secara terpisah diberitakan, di babak pertama All England 2021, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Jonatan Christie, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kompak meraih kemenangan. Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan sama-sama menyingkirkan ganda putra Inggris Sementara Jonatan Christie menang atas wakil Thailand.

Seharusnya masih ada tiga wakil Indonesia yang bertanding di hari yang sama, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Anthony Sinisuka Ginting. Tapi mereka tak berkesempatan tanding dan dinyatakan dinyatakan kalah WO. Bahkan, semua wakil Indonesia yang sudah menang juga dinyatakan WO karena penyebab COVID-19.

Hal itu bersumber dari pengumuman adanya temuan kasus positif COVID-19 di pesawat yang ditumpangi tim bulutangkis Indonesia, dari Istanbul ke Birmingham. Akibatnya, rombongan Merah Putih diharuskan pemerintah Inggris menjalani isolasi 10 hari. Dengan kata lain, Indonesia dipaksa mundur dari perhelatan All England 2021.

"Hari ini pasti kabar yang mengejutkan semua. Tim Indonesia tadi saat di lapangan panitia menyampaikan kepada saya bahwa harus menarik diri," kata Manajer Tim Indonesia, Ricky Soebagdja, dalam penjelasan video di akun Instagram @badminton.ina.

"Ini dikarenakan masalah dari government sebetulnya, ada satu email yang masuk ke semua tim Indonesia. Dari 24 tim yang berangkat ke Birmingham, 20 mendapatkan email dari government Inggris. Dari 20 yang mendapat email ini dinyatakan harus isolasi selama 10 hari," sambungnya.

Yang menarik, seperti dikatakan Humas dan Media PBSI Fellya Hartono yang mendampingi tim di Birmingham, ada perbedaan penyelenggaraan tes dan sistem tracing dari yang dialami oleh Indonesia dibandingkan dengan tim Denmark, Thailand, dan India.

"Kalau yang tujuh orang kemarin [Denmark, Thailand, dan India], hasil swab mereka positif itu saat dites di hotel dan dilakukan tes oleh panitia BWF/All England. Sementara kami dipaksa mundur karena mendapat email dari pemerintah Inggris yang mengatakan kalau kami satu pesawat dengan orang yang positif Covid-19," katanya seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Perbedaan ini pula yang kemudian menjadi sorotan. Salah satunya dari curhatan Marcus Gideon di akun @marcusfernaldig, yang mempertanyakan beda nasib tim bulutangkis Indonesia dibandingkan dengan para wakil Denmark, Thailand, dan India di All England 2021.

"Setelah mereka dites ulang, hasilnya SEMUA NEGATIF. Jadi mengapa kami tidak juga memiliki keadilan yang sama di sini? Dan jika ada aturan ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena Covid, BWF seharusnya sudah mendaftarkan sistem bubble yang menjamin keamanan kami."

"Pemain harus menjalani karantina sebelum perhelatan. Agar adil, orang yang telah dites + (positif) harus menjalani tes lain karena sungguh kami tidak percaya lagi pada tes covid yang mereka jalankan, karena seperti yang Anda semua lihat, 7 kasus positif bisa berubah menjadi 7 kasus negatif hanya dalam 1 hari." 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto