Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:09wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Importir China Berminat Beli Sarang Walet dan Furniture dari Indonesia, Nilainya Capai Rp20 Triliun

Jumat, 02-April-2021 23:00

Sarang burung walet.
Foto : tokopedia.com
Sarang burung walet.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Perdagangan, M Lutfi mengungkapkan dirinya telah menyaksikan secara langsung penandatanganan sebanyak enam kontrak awal atau Letter of Intent (LoI) antara importir China dengan pengusaha Indonesia.

Nilai kontrak tersebut 1,38 miliar dolar AS atau setara Rp20 triliun untuk pembelian produk sarang burung walet senilai 1,13 miliar dolar AS, dan produk furnitur Rp200 juta dolar AS.

"Kita menyepakati setidaknya lima perusahaan (Tiongkok) yang akan mengimpor sarang burung walet dari Indonesia lebih dari 1,13 miliar dolar AS, dan juga ditambah dengan ekspor serta investasi untuk produk furnitur dari Shandong Wood and Furniture dengan jumlahnya lebih dari 200 juta dolar AS," kata M Lutfi, seperti dikutip di Jakarta, Jumat (2/4/2021).

Kemudian, Mendag juga menyebutkan, ada juga kesepakatan investasi yang mendatangkan 150 perusahaan Tiongkok di Kalimantan Barat yang mana akan mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja, dan ini total investasinya 1,38 miliar dolar AS.

Sebagai informasi, Indonesia dan China telah sepakat untuk memacu nilai perdagangan meningkat tiga kali lipat dalam waktu tiga tahun ke depan.

Kesepakatan itu diperoleh Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi saat melakukan kunjungan kerja bersama Menlu Retno Marsudi, Menteri BUMN Erich Thohir di China.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, karena dengan kerja sama ini kita akan memperbaiki bukan saja neraca perdagangan namun juga hubungan baik ekonomi antara kedua negara," ujar M Lutfi.

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP