Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:10wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Ngeyel Tetap Impor Beras, Haikal: Teruuusss Silakan! Kejahatan apalagi yang Belum Kalian Lakukan?

Senin, 22-Maret-2021 08:35

Haikal Hassan Baras
Foto : CNN Indonesia
Haikal Hassan Baras
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Haikal Hassan Baras kesal dengan kebijakan Pemerintah Jokowi yang tetap melakukan impor beras. Melaui akun pribadinya, Haikal membuat cuitan pedas. 

“Terus import, Teruuusss silahkan. Kejahatan apalagi yg belum kalian lakukan...?” kata Hikal menyindir Pemerintahan Joko Widodo, Senin 22 Maret 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menyebut tahun ini Indonesia tak akan lagi mengimpor beras. Sebelumnya, sudah ada rencana dari pemerintah untuk mengimpor 1 juta ton beras. Tapi, sepertinya rencana itu bakal batal. Mengingat, masih banyak beras impor yang belum terpakai sehingga turun mutunya.

Perum Bulog masih memiliki stok beras impor dari pengadaan tahun 2018 lalu. Adapun dari total pengadaan sebanyak 1.785.450 ton beras, masih tersisa 275.811 ton beras belum tersalurkan. Dari jumlah tersebut, 106.642 ton di antaranya merupakan beras turun mutu.

"Kami sudah lapor ke presiden saat itu, beras impor kami saat Maret tahun lalu (stoknya) 900 ribu ton sisa dari 1,7 juta ton, sekian juta ton beras impor, jadi sudah menahun kondisinya," ujar Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Senin (15/3/2021).

Beras turun mutu itu, sambung Buwas sebenarnya masih layak pakai, akan tetapi harus dicampur dengan beras dalam negeri demi mempertahankan kualitas berasnya. "Layak pakai tapi harus di-mix dengan beras dari dalam negeri," katanya.

Namun, cara mencampur beras impor dan dalam negeri itu memerlukan waktu lebih panjang. Untuk itu, penyalurannya pun jadi lebih lambat. Penyebab lain, beras impor kurang terserap di masyarakat adalah karena rasanya kurang cocok di lidah orang Indonesia.

"Permasalahannya ada kesalahan saat impor lalu rata-rata taste-nya pera, nggak sesuai dengan taste masyarakat kita, sehingga jadi permasalahan," imbuh Buwas dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto