Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:31wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
IHSG Berpotensi Naik, Ini Faktor Pendukungnya

Rabu, 07-April-2021 10:00

Ilustrasi IHSG
Foto : Okezone
Ilustrasi IHSG
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/4/2021) berpotensi naik dibayangi aksi ambil untung oleh investor. 

IHSG dibuka menguat 9,19 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.011,96. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,97 poin atau 0,33 persen ke posisi 903. 

"Pergerakan IHSG pada hari ini masih akan dipengaruhi sentimen global dan rilis neraca perdagangan pada minggu depan. IHSG berpeluang melanjutkan penguatan meski rawan aksi profit taking, bergerak di kisaran 5.921- 6.095," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (7/4/2021). 

Bursa ekuitas AS menghentikan reli penguatan pada perdagangan Selasa (6/4) kemarin di tengah rendahnya volume perdagangan seiring pelaku pasar yang menantikan dimulainya musim laporan keuangan kuartal I 2021.Imbal hasil obligasi terus turun dari level tertinggi, mengurangi kekhawatiran akan kenaikan inflasi. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 1,65 persen pada Selasa (6/4/2021) lalu. 

Di sisi ekonomi, data menunjukkan lowongan pekerjaan AS naik ke level tertinggi dua tahun terakhir pada Februari, dipimpin oleh kenaikan di sektor industri yang terpukul paling parah selama pandemi. 

Sementara itu Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 6 persen pada 2021, naik dari proyeksi 5,5 persen pada Januari lalu.Sedangkan ekonomi global untuk 2022 diproyeksikan meningkat menjadi 4,4 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,2 persen. 

Dari komoditas, data ekonomi yang kuat dari China dan AS membantu mengangkat harga minyak lebih dari satu persen. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat 1,2 persen menjadi 59,33 dolar AS per barel dan minyak Brent naik 1 persen menjadi 62,74 dolar AS per barel. 

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 122,38 poin atau 0,41 persen ke 29.574,25, Indeks Hang Seng turun 97,48 poin atau 0,34 persen ke 28.841,26, dan Indeks Straits Times meningkat 4,33 poin atau 0,13 persen ke 3.211,96.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli