Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:55wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
IHSG Berpeluang Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

Rabu, 27-January-2021 10:15

Ilustrasi IHSG
Foto : Istimewa
Ilustrasi IHSG
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu  (27/1/2021) berpeluang menguat didukung proyeksi positif perekonomian global oleh Dana Moneter Internasional (IMF)

IHSG dibuka menguat 12,91 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.153,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,76 poin atau 0,39 persen ke posisi 970,64.

"Sentimen positif datang dari IMF yang mengumumkan outlook pertumbuhan ekonomi global full year pada 2021 sebesar 5,5 persen, naik 0,3 persen dari perkiraan sebelumnya di Oktober 2020 silam. Sehingga hari ini IHSG berpeluang sedikit melakukan rebound," kata tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Rabu (27/1/2021).Bursa saham Indonesia kemarin ditutup melemah 1,89 persen meskipun investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar 251,9 miliar di pasar reguler. Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan turunnya pasar regional.

Selain itu kasus COVID-19 di Indonesia sudah tembus 1 juta kasus dengan penambahan 13.094 kasus baru pada Selasa (26/2) kemarin dan kasus sembuh mencapai 10.868 kasus, sehingga kasus aktif terus naik mencapai 163.526 kasus.

Di sisi lain, bursa saham AS bergerak flat pada perdagangan semalam. Para pelaku pasar masih mewaspadai sebaran kasus COVID-19 yang belum juga mereda di tengah musim laporan keuangan yang baru mulai di AS.Investor juga sedang menanti arah kebijakan Presiden AS baru, Joe Biden, terhadap perdagangan dengan China. Jika kebijakannya menyerupai kebijakan presiden sebelumnya, maka di khawatirkan perang dagang akan terus terjadi.

Selain itu, investor juga menunggu serangkaian data ekonomi yang datang di minggu ini. Salah satunya adalah hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tentang arah kebijakan Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed) terkait suku bunga serta pandangan arah kebijakan moneter pada 2021 ini. Selain itu ada data PDB kuartal IV, klaim pengangguran, dan data penjualan rumah baru.

 

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 81,71 poin atau 0,29 persen ke 28.627,89, Indeks Hang Seng naik 66,44 poin atau 0,23 persen ke 29.457,7, dan Indeks Straits Times meningkat 11,45 atau 0,39 persen ke 2.956,97.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati