Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:31wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Ustaz Ini Benarkan Aksi Teror, Husni Alwi: Udah Cukup Bukti Aliran Wahabi-Salafi-Takfiri Mengancam Keutuhan NKRI

Rabu, 31-Maret-2021 19:22

Husin Alwi Shihab
Foto : Era.id
Husin Alwi Shihab
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, warganet dihebohkan beredarnya video ceramah seorang tokoh Islam yang menyebut “Orang Islam yang baik Jadi Teroris.”

Video ini beredar di tengah munculnya serangan bom di Katedral Makassar. Disusul kemudian hari ini, Rabu 31 Maret 2021, Mabes Polri diserang seorang wanita yang kemudian berhasil dilumpuhkan. 

Menanggapi hal itu, Husin Alwi Shihab mencuit keras. 

“Gara-gara pernyataan org ini nih. Kapan org ini ditangkap???  @DivHumas_Polri,” kata Husin sambil mengunggah berita tentang pernyataan Ustaz Hasyim Yahya  yang viral.

“Uda cukup bukti bhw aliran Wahabi-Salafi-Takfiri ini mengancam keutuhan NKRI. Jgn nunggu lbh byk korban. Klu perlu revisi UU terorisme agar jgn nunggu kejadian baru dijerat pasal terorisme,” imbuh Husin. 

Untuk diketahui, ceramah Ustaz Hasyim Yahya yang viral mengundang  kontroverisal. 

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu banyak pernyataan-pernyataan Ustaz Hasyim Yahya yang membicarakan soal terorisme.

Hal itu diucapkan Ustaz Hasyim Yahya lewat rekaman video yang mengajak pada terorisme tersebar di media sosial. Video ini muncul saat kejadian bom Gereja Makassar, Minggu (28/3/2021).

Awalnya Ustaz Hasyim Yahya mengatakan orang Islam baik jadi teroris. Ustadz Hasyim Yahya pun menyuruh warganet buka surat Al Anfal ayat 60. Video itu disebar Twitter @nila_mrt.

“Orang Islam yang baik itu yang menjadi teroris. Buka Al Anfal ayat 60, datangkan Kiai siapa, ustaz siapa bahwa orang Islam itu hadir jadi teroris,” kata orang dalam video tersebut.

Ustaz Hasyim Yahya juga menyinggung bahwa semboyan Bhineka Tunggal Ika di Indonesia bukan berarti bahwa seorang muslim harus melanggar aturan agamanya.

Orang yang disebut pendakwa ini mencontohkan bahwa ‘mengheningkan cipta’ dalam upacara bukanlah cara-cara Islam, melainkan cara orang kafir.

“Kita ini harus Bhineka Tunggal Ika. Bhineka Tunggal Ika, silahkan kamu yang mau Bhineka Tunggal Ika. Itu tidak berarti bahwa seseorang muslim yang hidup di negara ini harus melanggar aturan agamanya,” ujarnya.

“Ketika upacara apa, upacara apa, ketika sampe waktu untuk berdoa, kita disuruh mengheningkan cipta. Mengheningkan cipta ini bukan cara Islam. Ini cara orang kafir, cara orang Hindu, cara orang Nasrani,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa istilah ‘Suku, Ras, dan Agama’ atau SARA sengaja dibuat oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan tertentu pula.Misalnya menghalangi wartawan untuk memberitakan kezaliman pada umat muslim.

“Yang SARA, apalagi SARA. Istilah SARA itu adalah senjata ini kaum Nasrani, kaum Hindu, Yahudi, dan lain-lainnya, ketika dia bertindak menzalimi kita, lalu dikatakan pada wartawan ‘ini jangan dimuat, ini adalah masalah SARA,” katanya.

Dalam pernyataannya, ia juga bahkan dengan terang-terangan menyebut bahwa beberapa lembaga negara seperti Detasemen Khusus (Densus), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Badan Narkotika Nasional adalah musuh kaum muslim.

“Jadi tiga musuh kaum muslimin terbesar di negeri ini adalah Densus, BNPT, dan BNN. Ini adalah musuhnya kaum muslimin,” ujarnya.

Di akhir video, ia juga menyinggung bahwa seorang muslim harus berusaha menjadikan negara ini menjadi negara Islam.

“Kalau benar-benar demikian bahwa sesungguhnya salatku, amal ibadahku, dan hidup-matiku adalah untuk engkau lillahi rabbil alamin, kamu akan berusaha untuk menjadikan negara ini negara Islam, berlakunya syariat Islam,” katanya.

“Mati apa kamu kalau mati bukan Islam? Mati apa kamu wahai yang tentara,wahai yang polisi, wahai yang pejabat, mati apa kamu kalau anu nanti?” tambahnya dinukil Suara.com.

Tidak diketahui apakah video ini asli dan tanpa editan. Namun, video ini telah menarik perhatian banyak warganet.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto