Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:22wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Soal Kasus Haikal Hassan, Husin Shihab Ingatkan Tengku Zul Berhenti Provokasi

Minggu, 27-December-2020 15:45

Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Shihab
Foto : Istimewa
Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Shihab
12

 

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Shihab meminta mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain untuk berhenti memprovokasi soal kasus Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan.

Habib Husin mengingatkan Tengku Zul bahwa Haikal dipolisikan bukan karena mimpi anaknya yang bersama Rasulullah tapi soal pernyataan Haikal bahwa Rasulullah telah bersama 6 Laskar FPI yang ditembak mati polisi karena diduga melawan hukum.

Hal itu disampaikan Habib Husin mengomentari cuitan Tengku Zul yang hanya berharap agar kasus Haikal hanya berakhir dengan klarifikasi dan tidak dilanjutkan ke proses hukum, karena belum ada di dunia ini orang diproses hukum gara-gara bermimpi.

"Cobalah berhenti memprovokasi, antum kan bisa baca diberita bahwa yang dilaporkan bukan mimpi anaknya yang bersama Rasulullah tapi soal pernyataan HH yang bilang bahwa Rasulullah telah bersama 6 Laskar FPI yang diduga melawan hukum," tulis Habib Husin di akun Twitter-nya, @HusinShihab, dikutip netralnews.com, Minggu (27/12/2020).

"Antum tau kan berbohong atas nama Rasul itu di neraka tempatnya?," cuit Habib Husin.

Sebelumnya, Penceramah Haikal Hassan mengatakan, 6 laskar FPI yang ditembak mati polisi beberapa waktu lalu, kini tengah bergembira bersama dengan Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengaku mimpi bertemu Rasulullah.

Hal itu disampaikan Haikal saat prosesi pemakaman 6 laskar FPI di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12). Video prosesi pemakaman itu diunggah akun YouTube Front TV pada Kamis (10/12).

"Saya cuma mau bicara sama keluarga sebentar. Ibu dan bapak yang ditinggalkan, kepada sahabat-sahabat saya (6 laskar FPI) Lutfi, Reza, Faiz, Sofyan, Andi, dan Khadafi, antum sedang bersama Rasulullah SAW. Saya cuma pesan ibu, jangan berduka, mereka (6 laskar FPI) lagi bergembira bersama Rasulullah SAW," kata Haikal.

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu lantas bercerita soal pengalaman spiritualnya ketika dua anaknya meninggal dunia. Ia mengaku pernah didatangi Rasulullah dalam mimpi.

“Anak saya yang pertama meninggal dunia, namanya Umar. Anak saya yang kedua, masih saya gendong, Allah panggil lagi, namanya Salma. Saya nangis sejadi-jadinya. Demi Allah di kubur dan waktu hujan ini, tiba-tiba enggak lama Rasulullah datang, dan beliau memegang tangan Umar anak saya. Demi Allah memegang tangan Salma anak saya,” ucap Haikal.

Di mimpinya, lanjut Haikal, Rasulullah berpesan agar dia jangan takut dan khawatir karena kedua anaknya telah bersama Rasulullah.

“Saat itu, seraya Rasulullah berucap pada saya. 'Jangan takut dan jangan khawatir'  kata Rasulullah 'Salma dan Umar bersama saya'. Demi Allah saya mendengar langsung Rasulullah berkata demikian di telinga saya sambil megang tangan Umar, sambil megang tangan Salma,” ujarnya.

"Hari ini saya saksikan dan saya sampaikan kepada ibu cerita yang belum pernah saya sampaikan kemana-mana. Saya takut dibilang riya, tapi itu yang terjadi," sambung Haikal.

Untuk itu, Haikal kembali memberikan pesan kepada keluarga 6 laskar FPI agar mereka jangan takut sebab para laskar yang tewas ditembak polisi pada Senin (7/12/2020) itu sudah bersama Rasulullah.

"Jangan takut ibu, kalau Rasulullah sampaikan kepada saya, langsung dalam mimpi saya dengan kata-kata-Nya 'jangan takut Umar dan Salma bersama Saya' kata Rasulullah. Itu artinya Rasulullah minta saya sampaikan kepada ibu agar jangan takut," ungkap Haikal.

“Jangan takut 'Reza bersama Saya, Sofyan bersama Saya, Lutfi bersama Saya, Faiz bersama Saya, Andi bersama Saya' kata Rasulullah, dan Khadafi ini saya saksi, beliau suka ngantarin saya kemana-mana, ngawal juga. Subhanallah, mereka bersama Rasulullah SAW,” terangnya.

Di akhir sambutannya, Haikal mengatakan bahwa 6 laskar FPI pengawal HRS itu meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan syahid.

"Kalau kita sedih bukan sediin mereka ya bu, ya pak, saudara-saudara semua, bukan sediin mereka, karena kita ngiri juga sama mereka, karena mereka sudah bersama Rasulullah dengan kematiannya husnul khotimah, bukan cuma husnul khotimah, syahid semuanya," pungkasnya.

Gara-gara pernyataan itu, Haikal Hassan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Husin Shihab. Laporan diproses dengan nomor LP/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 14 Desember 2020.

Haikal dilaporkan atas tuduhan tindak pidana ujaran kebencian melalui ITE dan Penistaan Agama serta menyebarkan berita bohong yg dapat menimbulkan kegaduhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan Pasal 156 huruf a KUHP dan/atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Mengomentari hal itu, Tengku Zulkarnain berharap, kasus Haikal Hassan hanya berakhir sebatas klarifikasi dan tidak dilanjutkan ke proses hukum. Pasalnya, Tengku Zul menyebut bahwa belum ada di dunia ini orang diproses hukum karena bermimpi meskipun itu menghebohkan.

"Semoga kasus ustadz Haekal Hasan hanya sebatas klarifikasi di Polisi tidak lanjut ke proses hukum. Belum ada di dunia orang diproses hukum karena bermimpi walau bikin heboh," tulis Tengku di akun Twitter-nya, @ustadtengkuzul, Jumat (25/12/2020).

"Lha orang Islam bilang 'adzab kubur tidak ada' dan 'nabi dari India' yang bikin heboh saja tidak dihukum oleh Polisi," cuit Tengku Zul. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati