Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:43wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ungkit Pernyataan UAS Soal Gerakan Mati Syahid, Husin: Semoga Bukan karna Dalil Ini Makin Banyak Bom Bunuh Diri

Jumat, 02-April-2021 20:10

Husin Alwi Shihab dan Ustaz Abdul Somad
Foto : Kolase Pikiran Rakyat
Husin Alwi Shihab dan Ustaz Abdul Somad
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Husin Alwi Shihab kembali mengungkit pernyataan Ustaz Abdul Somad saat ceramah yang minta jangan menyebut gerakan bunuh diri tetapi gerakan mati syahid. 

"Dalil "bom bunuh diri" oleh UAS. "Jangan katakan bom bunuh diri tapi katakan gerakan mati syahid", katanya," tulis Husin Alwi di akun Twitternya, Jumat 2 April 2021.

Husin kemudian mengaitkan dengan munculnya kasus yang baru-baru ini terjadi yakni bom bunih diri di depan Katedral Makassar. 

“Semoga bukan karna dalil ini makin banyak org berani melakukan bom bunuh diri dan yakin bahwa dirinya akan mati syahid,” kata Husin Alwi.

Untuk diketahui, beberapa waktu silam, ramai publik menyoroti potongan video berisi pernyataan Ustadz Abdul Somad tentang beda gerakan syahid dengan aksi bom bunuh diri.

Video tersebut merupakan penggalan video ceramah ketika Ustadz Abdul Somad menyampaikan Kajian Subuh Sabtu di Masjid An-nur sekitar dua hingga tiga tahun lalu.

Ketika itu, Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang makna aksi bom bunuh diri di Palestina. Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan dalil tentang Amaliyah Istisyhadiyah.

Dalil yang disampaikan ketika Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat berjuang dalam perang uhud itu berisi penjelasan beda bom bunuh diri dengan gerakan syahid.

Menurut Ustadz Abdul Somad, Adapun orang yang mengejek tentang Amaliyah Istisyhadiyah atau gerakan syahid menurutnya merupakan kaki tangan bangsa asing.

Sebab umat muslim yang melakukan gerakan Amaliyah Istisyhadiyah merupakan orang-orang yang meninggal dunia dengan syahid.

Padahal sesuai dengan katanya, syahid merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan kepada seorang muslim apabila meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah.

Penghargaan bagi seorang yang meninggal karena syahid pun sesuai dengan firman Allah SWT akan diganjar dengan kekal di dalam surga.

Alasannya karena seorang muslim yang melakukan gerakan syahid atau Amaliyah Istisyhadiyah itu telah berjuang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam menegakkan agama Allah.

"Amaliyah Istisyhadiyah, itu dalil perang Uhud, ada pun orang yang mengejek 'ini mati konyol', ini adalah antek-antek zionis Amerika, orang mati syahid mereka katakan mati konyol," ungkap Ustadz Abdul Somad.

"Kita pun ikut latah mengatakan,'berita pagi ini, telah mati, gerakan bom bunuh diri'. Jangan katakan bom bunuh diri!," tegasnya.

Dirinya pun menyayangkan ketidakmampuan wartawan dalam menempatkan istilah aksi Amaliyah Istisyhadiyah sebagai bom bunuh diri.

Dirinya menjelaskan jika hal tersebut bukanlah gerakan bunuh diri, tetapi gerakan mati syahid.

Karena itu, Ustadz Abdul Somad kembali menegaskan perbedaan beda bom bunuh diri dengan gerakan syahid.

"Ini banyak wartawan-wartawan yang tidak Islami memakai istilah-istilah kafir tanpa dia sadari. 'Gerakan bunuh diri', padahal 'gerakan mati syahid', 'bencana alam', padahal adzab dari Allah, dia malah katakan bencana alam," jelas Ustadz Abdul Somad.

"Alam membuat bencana sendiri, kalau pun mau katakan 'bencana alam', rubah, pakai 'bencana Allah'. Jangan bencana alam!," tegasnya setengah berteriak.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto