Netral English Netral Mandarin
07:51wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Hubungan China-AS Makin Tegang, PM Singapura: Kemungkinan Bentrokan Militer Belum Tinggi, tapi...

Minggu, 14-Maret-2021 21:19

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong
Foto : Straits times
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong
17

SINGAPURA, NETRALNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong mengatakan ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) akan semakin meningkat.

Sementara kemungkinan terjadinya konflik militer antara China dan Amerika Serikat tidak tinggi.

Hubungan antara Amerika Serikat dan China merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, dengan Beijing mendorong pengaruh global yang lebih besar sebagai tantangan bagi kepemimpinan tradisional AS.

"Ini lebih mungkin terjadi dibandingkan lima tahun lalu, tapi saya pikir kemungkinan bentrokan militer belum tinggi," kata Lee dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan Minggu (14/3/2021).

"Tapi risiko ketegangan semakin parah, yang akan meningkatkan peluang di kemudian hari, saya pikir itu cukup besar."

Amerika Serikat dan China sedang memperebutkan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik, praktik ekonomi Beijing, Hong Kong, Taiwan, dan masalah hak asasi manusia di kawasan Xinjiang  China.

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah berkomitmen untuk meninjau elemen kebijakan AS terhadap China.

Para diplomat top dari kedua negara akan bertemu di Alaska pada 18 Maret dalam kontak tatap muka tingkat tinggi pertama antara kedua negara di bawah pemerintahan Biden.

Singapura memiliki hubungan dekat dengan kedua negara, dan mempunyai pengaruh ekonomi dan politik yang kuat di wilayah tersebut.

Lee mengatakan tidak mungkin bagi Singapura untuk memilih antara Amerika Serikat dan China.

Ketika ditanya tentang risiko konflik militer, dia berkata: "Itu bisa terjadi sebelum Anda mengharapkannya, jika ada kecelakaan. Jika negara-negara berhati-hati, itu tidak akan terjadi." 

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati