Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:50wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
HRS Tak Dihadirkan di Persidangan, TZ: Apakah Jokowi-Ma'ruf Amin Masih Punya Rasa Malu Secuil Saja?

Selasa, 16-Maret-2021 18:52

Tengku Zulkarnain
Foto : Pinterest
Tengku Zulkarnain
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tengku Zulkarnain protes persidangan Habib Rizieq Shihab yang tidak menghadirkan terdakw di persidangan. Tiga kali protes disampaikan oleh Tengku Zul melalui akun Twitternya. 

“Habib Riziq dan Gus Nur tdk dihadirkan saat di Pengadilan. Tapi Irjen Napoleon bisa dihadirkan. Kalau alasan Covid 19 kan bisa keduanya di swap dulu. Penumpang pesawat Lion bisa sebelah sebelahan naik pesawat krn alasan sdh di swap, kenapa kedua beliau tidak? Hukum mesti ADIL...!” kata Zul, Selasa (16/3/21).

Selanjutnya ia menyampaikan  protes berikutnya.

"Jendral.Polisi kasus Djoko Tjandra Irjen Napoleon dan Irjen Prasetijo serta Jaksa Pinanti bisa dihadirkan di Pengadilan. Giliran kasus pihak opisisi HRS dan Gus Nur tidak bisa. Apakah pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin tdk malu di masa kepemimpinan beliau ada "belang Pengadilan" begini?"

“Dlm kasus menghadirkan terdakwa yg pincang itu, apakah  Pihak Kejaksaan dan Pengadilan serta Penguasa Rezim, masih punya rasa malu yg tersisa secuil saja di dlm diri anda semua? Rasanya kami sebagai rakyat di negeri ini malu sekali. Apa jawab kami jika org luar negeri tanya?” pungkas Zul.

Sebelumnya diberitakan,  hakim menunda sidang perdana kasus kerumunan dan tes swab Rizieq Shihab, akibat ada protes karena terdakwa tak dihadirkan langsung di sidang. Tim Rizieq ungkap kekhawatiran sidang rawan disabotese hingga diskriminasi.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menggelar sidang perdana Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait kasus kerumunan dan kasus tes swab. Habib Rizieq memprotes minta dihadirkan di ruang sidang.

Awalnya, anggota tim kuasa hukum HRS, Munarman, meminta agar sidang menghadirkan terdakwa. Habib Rizieq pun menyepakati permintaan itu.

"Saya, terdakwa, mohon izin menyampaikan sesuatu. Saya sepakat dengan apa yang disampaikan penasihat hukum saya minta dihadirkan di persidangan," ujar Habib Rizieq, dalam persidanganyang digelar online, Selasa (16/03).

Habib Rizieq pun menyampaikan alasannya. Dia mengatakan persidangan yang digelar online ini terhalang oleh sinyal. Untuk itu, dia meminta agar bisa dihadirkan secara langsung.

"Jadi begini, saya mau menyampaikan alasan kenapa minta dihadirkan karena sidang online tergantung pada sinyal sementara sinyal di sini terputus dan suara sering terputus, saya tidak jelas mendengar apa yang disampaikan oleh yang hadir di persidangan dan ini sangat merugikan saya. Jadi sekali lagi online ini sangat merugikan karena terlalu bergantung pada sinyal dan sinyal sering terputus itu membuat gambar dan sinyal terputus. Di samping itu saya dalam keadaan sehat walafiat dan saya siap hadir kapan saja di persidangan," jelasnya.

Hakim pun beberapa kali menguji mikrofon di persidangan. Namun, Habib Rizieq mengatakan masih belum mendengar suara di ruang sidang.

"Saya tidak jelas apa yang disampaikan. Sebaiknya dihadirkan saja saya di persidangan. Faktanya ada beberapa persidangan yang menghadirkan terdakwa. Tidak perlu ada diskriminasi semacam ini. Saya tetap minta dihadirkan dalam gedung pengadilan, ruang sidang," ucapnya dinukil Dw.com. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto