Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:04wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Ungkap HRS Pulang, Ternyata Munarman Siap Perang, DS: Sebagai Panglima Ia Merapatkan Laskar Jihadnya untuk Lakukan Aksi Lebih Keras...

Sabtu, 03-April-2021 13:26

Kolase Denny Siregar, Habib Rizieq, dan Munarman
Foto : Twitter/Denny Siregar
Kolase Denny Siregar, Habib Rizieq, dan Munarman
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar, Sabtu 3 April 2021, melanjutkan serial analisanya tentang sejauh mana keterlibatan Munarman dalam FPI. Kali ini ia mengunggah bagian kedua dengan judul: “”FPI Organisasi Teroris (2), Rizieq Pulang, Munarman Siap perang."

“Rizieq pulang. Munarman sudah menyiapkan banyak hal, seperti memerintahkan membuat baliho2 besar Rizieq di sepanjang jalan,” ungkap Denny. 

“Baliho2 ini untuk memantapkan posisi Rizieq sebagai imam besar, sebagai simbol, sebagai boneka. Tapi yang mengendalikan semua operasional dan pasukan, tetaplah Munarman,” lanjutnya.

"Munarman yakin, Jokowi tidak akan berani menghadangnya. Lagian, dgn memakai tangan "seseorang", aparat sudah dipegang," masih kata Denny.

“Yang tidak diperhitungkan Munarman adalah reaksi Jokowi ketika masyarat resah. Tekanan publik begitu kuat sehingga Jokowi meninggalkan zona nyamannya yang ingin penyelesaian masalah dgn suasana tetap tenang,” lanjut Denny.

“Situasi berbalik arah. Rizieq ditangkap dan disidangkan. Publik bersorak. Dan faksi penolak Munarman mulai ambil posisi untuk melawan Munarman dari dalam. Situasi internal FPI - yang akhirnya dibubarkan - benar2 kacau.”

"Tapi Munarman belum habis. Dia lalu merapatkan laskar jihadnya - dimana dia sebagai Panglimanya - untuk melakukan aksi yang lebih keras," lanjutnya.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar: 

FPI ORGANISASI TERORIS (2)

"RIZIEQ PULANG, MUNARMAN SIAP PERANG"

Lanjut kita ? Bagian kedua..

Di dalam FPI sebenarnya sudah terbelah dua faksi. Faksi yang pro Munarman dan faksi yang menolak. 

Faksi yang menolak Munarman ini curiga dengan gerakan dia yang begitu cepat sampe masuk ring satu Rizieq Shihab.

Ya, Munarman memang masuk tidak dengan tangan kosong. Dia membawa dana2 asing untuk kegiatan FPI.

Ingat ada warga Jerman yg dulu ketahuan pernah ke FPI ? Itulah salah satu jaringan pendana Munarman.Inilah yang membuat Munarman disukai Rizieq. 

Apalagi ketika Munarman - dengan dana itu - membentuk laskar jihad. Laskar jihad di FPI ini tugasnya melindungi Rizieq, kalau perlu dengan korbankan nyawa. Panglimanya adalah Munarman. Mereka dilatih seperti tentara di beberapa tempat tersembunyi.

Ingat 6 orang FPI yang mati ketika tembak2an dengan polisi di jalan tol ? Ya, itu pasukan yang dibentuk Munarman. 

Mereka dilatih bengis dan haus darah. Siapapun yang mau mencelakakan Rizieq, habiskan. Begitu SOP nya.

Nah, nanti di serial berikutnya saya akan menulis kegilaan dan kejamnya laskar jihad bentukan Munarman untuk membuat bom2 di negeri ini.

Karena faksi menolak Munarman ini semakin kuat, Munarman berfikir keras bagaimana caranya dia bisa kuasai FPI. 

Kuncinya ada di pulangnya Rizieq dari Saudi. Maka melalui jaringannya, diusahakanlah Rizieq pulang ke Indonesia.

Dan akhirnya Rizieq pulang. Munarman sudah menyiapkan banyak hal, seperti memerintahkan membuat baliho2 besar Rizieq di sepanjang jalan. 

Baliho2 ini untuk memantapkan posisi Rizieq sebagai imam besar, sebagai simbol, sebagai boneka. Tapi yang mengendalikan semua operasional dan pasukan, tetaplah Munarman.

Munarman yakin, Jokowi tidak akan berani menghadangnya. Lagian, dgn memakai tangan "seseorang", aparat sudah dipegang. 

Yang disebut seseorang ini adalah orang kuat yang membutuhkan Rizieq dan FPI untuk dijadikan alat politik menekan pemerintah dan publik demi agenda kemenangan. Seperti kesuksesan yang pernah mereka lakukan saat Pilgub dulu.

Inilah yang membuat Munarman percaya diri untuk menjadikan FPI sebagai senjata. Faksi yang menolak Munarman semakin terpinggirkan. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, selain merapat kalau tidak bisa ditendang.

Yang tidak diperhitungkan Munarman adalah reaksi Jokowi ketika masyarat resah. Tekanan publik begitu kuat sehingga Jokowi meninggalkan zona nyamannya yang ingin penyelesaian masalah dgn suasana tetap tenang.

Maka bergeraklah Pangdam Jaya untuk menggertak dengan menurunkan baliho2 Rizieq. Jajaran kepolisian - terutama Polda Metro - juga dirombak. 

Kapolda diganti dengan yang lebih keras. Kapolda baru mengganti Kapolresnya dengan yang lebih taktis di lapangan. Maka dihajarlah FPI sampai ampun2. 

Puncak ketakutan FPI adalah ketika 6 orang laskar mereka mati dalam peristiwa tembak menembak di jalan tol. Mereka tidak mengira, jajaran kepolisian yang baru bertindak lebih berani. Kader2 FPI tiarap. 

Simpatisan2 FPI yang masih muda, yang sedang dicuci otak lewat majelis2, dipanggil pulang ke rumah oleh orangtuanya.

Situasi berbalik arah. Rizieq ditangkap dan disidangkan. Publik bersorak. Dan faksi penolak Munarman mulai ambil posisi untuk melawan Munarman dari dalam. Situasi internal FPI - yang akhirnya dibubarkan - benar2 kacau. 

Tapi Munarman belum habis. Dia lalu merapatkan laskar jihadnya - dimana dia sebagai Panglimanya - untuk melakukan aksi yang lebih keras. 

Perintahnya, lindungi dan bebaskan Rizieq, dengan cara apapun. Banyak laskar jihadnya yang menolak karena takut dengan aparat sekarang yang lebih beringas. 

Tapi ada satu cabang laskar yang berani melaksanakan perintah itu. Mereka lalu merencanakan sebuah aksi yang akan membakar negeri. Rangkaian bom bunuh diri di berbagai tempat yang akan membuat Indonesia hancur secara politik dan ekonomi..

Mau cerita lagi, masih panjang. Nanti aja ya serial ke 3 lebih seru. Sementara mau seruput kopi dulu. Sabar ya... 

Ughhh, sedap 

Denny Siregar

Munarman hadapi Sidang HRS

Sebelumnya diberitakan, mengenai bagaimana kerasnya Munarman, publik dapat melihat saat ia menyikapi proses sidang Habib Rizieq. Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Munarman menghardik jaksa penuntut umum di ruang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (23/3).

Munarman meminta jaksa untuk diam, lantaran ia sedang menyampaikan pendapat mengenai permintaan Rizieq untuk sidang digelar secara offline atau luar jaringan (luring).

Peristiwa itu terjadi saat Munarman menyampaikan pandangan bahwa persidangan hari ini perlu diskors atau ditunda terlebih dulu. Pasalnya,

Saat Munarman menyampaikan pandangannya, jaksa penuntut umum memohon kepada majelis hakim untuk berbicara. Tidak terima, Munarman langsung menghardik jaksa.

"Entar dulu JPU! Ini giliran saya! Ini giliran saya! Ini giliran saya! Ini giliran saya! Saudara diam! Saudara diam! Tertib lah ya, dari tadi kita sudah tertib, jangan dibikin tidak tertib," kata Munarman.

Melihat tensi meninggi, Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa menengahi perdebatan itu. Suparman meminta Munarman untuk lebih tenang menanggapi polemik ini.

"Penasihat hukum sebentar ya, menahan diri kedua belah pihak. Karena ini sudah mau masuk waktu salat, sambil kita berpikiran, menganalisa ini, bagaimana jalan yang terbaik untuk lancarnya sidang ini, karena tujuan akhir persidangan menguji surat dakwaan penuntut umum," kata Suparman.

Suparman kemudian memutuskan agar sidang untuk diskors sementara. Ia berjanji bakal memutuskan masalah mengenai teknis persidangan online atau offline ini secara berembuk.

"Mengenai teknis bisa kita rembukan bersama sesuai dengan koridor hukum. Sama dengan Majelis Hakim, membuat penetapan sidang online, dasar hukumnya jelas, bukan tanpa dasar hukum, kalau tanpa dasar hukum namanya Majelis Hakim sewenang-wenang. Kita isoma dulu, salat," tuturnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto