Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:22wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
HRS Protes Sidang Virtual, Musni: Wajar dan Masuk Akal, Semoga Hukum Tegak dengan Adil dan Benar

Minggu, 21-Maret-2021 18:20

Sosiolog Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog Musni Umar
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar mengomentari sikap Habib Rizieq Shihab (HRS) yang memprotes dan menolak sidang sejumlah kasusnya yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Habib Rizieq diketahui menjadi terdakwa dalam tiga perkara, yakni kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kerumunan di Megamendung, Bogor; dan tes usap palsu RS Ummi Bogor.

Menurut Musni, protes dan permintaan HRS untuk dihadirkan secara langsung di ruang sidang PN Jaktim merupakan hal yang sangat wajar dan masuk akal.

"Permintaan Habib Rizieq Syihab supaya dihadirkan secara langsung di Pengadilan seperti Hakim, Jaksa dan Pengacara sangat wajar dan masuk akal. Dengan alasan Covid-19, hanya dihadirkan secara virtual. HRS protes, dia disebut hina pengadilan," tulis Musni di akun Twitternya, Sabtu (20/3/2021).

Di akhir cuitannya, Rektor Universitas Ibnu Chaldun(UIC) itu mendoakan Habib Rizieq supaya mendapatkan keadilan. "Kita doakan semoga hukum tegak dengan adil dan benar," kata Musni.

Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq Shihab walk out dari sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/03/2021), karena menolak persidangan yang digelar secara virtual.

Sebelum walk out, Habib Rizieq yang hadir secara virtual dari Bareskrim Mabes Polri, sempat meminta kepada majelis hakim agar dirinya dihadirkan langsung di ruang sidang PN Jaktim.

"Saya dengan tulus, ikhlas dari sanubari yang paling dalam sangat berharap, sangat berharap kita tidak berdebat lagi agar saya dihadirkan dalam ruang persidangan," kata Habib Rizieq.

Ada lima alasan eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu meminta dihadirkan dalam ruang sidang di PN Jakarta Timur.

Alasan Pertama, Habib Rizieq menyebut sidang yang digelar secara online berpotensi disabotase, sebab suara tidak jelas dan sering putus karena gangguan signal.

Kedua, Habib Rizieq menyebut jika dirinya tidak dapat dihadirkan di ruang sidang karena alasan pandemi, maka hal itu bisa disiasati dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Alasan ketiga, Habib Rizieq menuding ada diskriminasi perlakuan di dalam persidangan, karena saat sidang kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, dimana terdakwa mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dihadirkan di ruang sidang.

"Kemudian yang keempat, faktanya juga saya saat ini tidak berada di pengadilan tetapi berada di Mabes Polri saya ingin berada di ruang sidang pengadilan," kata Habib Rizieq.

Alasan kelima, Habib Rizieq mengatakan bahwa persidangan kasus yang menjeratnya menjadi sorotan nasional dan Internasional. Karenanya, ia tidak ingin sidang itu abal-abal dan mempermalukan cerminan hukum Indonesia di mata dunia.

"Terakhir yang kelima bahwa sidang saya ini tidak menjadi sidang abal-abal. Karena ini menjadi sorotan nasional dan internasional. Kalau kita berdebat seperti ini, kemudian ada diskriminasi, ada pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan, ini akan mempermalukan, ini bisa mempermalukan cerminan hukum Indonesia di dunia internasional," tuturnya.

"Jadi saya minta sekali lagi kita hentikan perdebatan, saya mohon kepada majelis hakim yang terhormat, majelis hakim yang mulia bisa mengambil keputusan yang arif dan bijak, kalau memang tidak bisa dihadirkan di sidang hari ini di sidang berikutnya harus dihadirkan," jelas Habib Rizieq.

Namun, apa yang disampaikan Rizieq dan tim kuasa hukumnya yang hadir di PN Jakarta Timur ditolak hakim dengan alasan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ketua Majelis Hakim, Khadwanto mengatakan sidang virtual telah diterapkan selama pandemi Covid-19. Hakim pun memutuskan persidangan tetap dilanjutkan secara online. 

Mendengar keputusan majelis hakim, Rizieq pun memutuskan walk out. "Tanpa tekanan bahwa saya tidak akan mengikuti sidang online dan sidang hari ini saya tidak akan mengikuti, dengan demikian saya akan keluar dari ruangan ini. Mohon maaf dan terima kasih," tegas Rizieq.

Karena aksi Habib Rizieq meninggalkan sidang dan mendengar alasan JPU itu, Majelis Hakim PN Jakarta Timur memutuskan untuk menunda sidang kasus tersebut sampai Jumat dengan agenda pembacaan dakwaan.

Pada sidang Jumat (19/3/2021), juga diwarnai dengan sejumlah aksi Habib Rizieq, mulai cekcok dengan jaksa, marah- marah ke petugas yang merekamnya di lorong rutan Bareskrim Polri, hingga mengabaikan pertanyaan majelis hakim saat sidang berlangsung.

Hal itu dilakukan Habib Rizieq sebagai bentuk penolakan terhadap sidang yang digelar secara virtual. Ia ingin hadir langsung di ruang sidang PN Jaktim, bukan dari rutan Bareskrim Polri. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati