Netral English Netral Mandarin
13:59wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Hii Ngeri! Ada Penampakan Arwah Pengantin Gentayangan di Slawi

Jumat, 01-January-2021 09:37

Hii Ngeri! Konon sering Ada penampakan Tangisan Arwah Pengantin di Jembatan Koperan, Slawi
Foto : Instragram/Istimewa
Hii Ngeri! Konon sering Ada penampakan Tangisan Arwah Pengantin di Jembatan Koperan, Slawi
22

SLAWI, NETRALNEWS.COM - Di manapun dan kapanpun, kejadian tragis senantiasa menyisakan penggalan cerita yang tak mudah dilupakan oleh masyarakat.

Ingatan dan memori pun biasanya terekspresikan melalui beragam bentuk mulai dari psikologis tramumatik hingga masalah mistifikasi atau segala hal yang nyata dikaitkan dengan unsur gaib dan dianggap benar ada (mengecoh).

Mengenai jejak peristiwa tragis yang terakam dalam fenomena mistis, sering melahirkan pro dan kontra. Ada yang berpendapat fenomena mistis adalah wujud "rekaman" terhadap peristiwa yang sebelumnya terjadi.

Namun tak sedikit juga yang meyakini bahwa fenomena mistis memang didasari oleh adanya kekuatan gaib, roh halus, jin, dan segala bentuk supranatural lainnya.

Baca Juga :

Salah satu contoh terkait cerita seputar ketragisan yang melahirkan beragam cerita misteri adalah fenomena penampakan-penampakan gaib yang terjadi di jembatan sungai Koperan, di Desa Dukuhdamu, Lebaksiu, Slawi. Jembatan ini hingga sekarang terkenal akan keangkerannya.

Salah satu wujudnya adalh banyak warga yang mengaku pernah menjumpai penampakan sosok arwah pengantin yang kadang tertawa cekikikan hingga penampakan sosok arwah pengantin tengah menangis. 

Meski hanya melalui cerita dari mulut ke mulut, ternyata cerita keangkeran jembatan Koperan terus tersebar ke berbagai kalangan masyarakat sehingga mayoritas orang Slawi pasti mengenal keberadaan jembatan yang angker ini.

"Selain penampakan arwah pengantin, juga ada warga yang mengaku pernah melihat penampakan kepala manusia teronggok di tengah jembatan. Saat didekati menghilang," tutur Johan (54) warga setempat kepada Netralnews beberapa waktu silam.

"yang bikin menyeramkan, kepala tanpa tubuh itu sempat tertawa cekikikan sebelum menghilang. Yang melihat ya langsung lari ketakutan, gimana ndak ngeri. Dikira kepala manusia sungguhan korban pembunuhan ternyata itu hantu," imbuhnya.

"Nah, satu lagi. Mengapa disebut arwah pengantin, karena ada juga penampakan sebaliknya. Ada juga warga yang melihat tubuh tanpa kepala mengenakan gaun pengantin," kata Johan.

Menurut Johan, suara tangisan memilukan dan suara cekikian selalu berasal dari hantu kepala tanpa tubuh. Sementara penampakan badan tanpa kelapa tak pernah mengeluarkan suara.

"Yang tertawa atau menangis selalu penampakan kepala tanpa tubuh," sambung Johan.

Berdasarkan penuturan Johan, warga sekitar Jembatan menengarai asal mula munculnya penampakan diduga karena dahulu pernah terjadi kecelakaan tragis yang menimpa sepasang pengantin di jembatan tersebut. 

"Ya siapa yang nggak terpukul. Mau nikah kan gembira, Mas. Belum terwujud, meninggal karena kecelakaan. Jadi ya wajar bila arwahnya berat menerima kenyataan.Mungkin karena itulah ia masih belum ikhlas dan gentayangan di lokasi kejadian," ungkap Johan memberikan pendapat.

Johan pun menuturkan bahwa masyarakat sepempat kemudian mencari cara agar sosok yang sering menampakan diri tidak mengganggu lagi, namun ada syaratnya.

"Ya, ada orang pinterlah yang kemudian mengaku bisa mencegah atau menjauhkan arwah tersebut. Pasalnya, roh itu akan mengincar setiap calon pengantin yang akan melintasi jembatan. Seperti ingin cari teman, gitu sederhananya," kata Johan.

Oleh orang pintar itu, kata Johan, lahirlah kebiasaan di masyarakat setelap bahwa siapapun pengantin yang akan melintasi jembatan diharuskan menebar beras kuning atau uang logam. Syarat itu untuk mengusir pengarauh jahat dari roh halus penunggu jembatan.

"Cukup menebar beras kuning dan uang logam di jembatan. Warga percaya syarat itu akan memberikan keselamatan bagi para pengantin yang melointasi jembatan," tutur Johan.

Benar tidaknya semua kisah Johan, diserahkan kepada semua pihak untuk menilainya. Bagi Johan, syarat itu tak memberatkan. 

"Ya mau percaya atau tidak, silakan. Menjalankan syarat itu kan ndak berat. Yang diharapkan adalah selamat, tapi kalau tidak mau percaya dan tak mau menjalankan syarat, keselamatan pengantin (Anda, red) ya silakan ditanggung sendiri." pungkasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto