Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:23wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Wow! Heri Gelapkan Pajak Rp50-100 Juta per Bulan untuk Hidupi 3 Istri, Netizen: Jelas Mudharatnya Kawin Siri' kan...

Minggu, 14-Maret-2021 08:15

Heri Sutarno (56), tersangka penggelapan pajak perusahaan
Foto : Berita Heboh
Heri Sutarno (56), tersangka penggelapan pajak perusahaan
169

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Heri Sutarno (56), tersangka penggelapan pajak perusahaan, mengaku menggunakan uang pajak itu untuk membiayai istri-istrinya. Diketahui, tersangka memiliki tiga istri. Istri pertama di Tangerang. Sedangkan dua istri mudanya di Cianjur.

Publik pun ramai soroti kasus tersebut. Di akun FB Mak Lambe Turah, Minggu (14/3/21) sejumlah netizen mengomentarinya dengan nada gemas atas kasus itu.

MLT: "Hemmm.....gegara memaksakan keadaan hasrat." 

Andhi Hellis: "Memaksakan one,two,triiii......lumayan dapet kamar untuk merenungin hidup untuk hidup lebih baik kedepanya."

Mas Wahyu Widhiyho: "Inalillahi Wainailaihi Roziun 3x."

Last BoyScout: "Kan tuhan yg ngasih makan. jadi jelas gimana mudharat nya kawin siri' kan..udalah sesama anak kandung gak kenal..anyway kata eks ketua MUI buya hamka ganti kelamin ala vivian sah kok menurut agama ...cek aja di panitera thn 70 an."

Sebelumnya diberitakan, selain untuk hidupi 3 istri, hasil penggelapan pajak juga digunakan Heri untuk melarikan diri ke Yogyakarta, Jawa Tengah. Hal itu disampaikan tersangka dalam ungkap kasus di Polres Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (13/3/2021).

"Setiap bulan dana yang saya gelapkan mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 100 juta,” kata dia dilansir dari Antara.

“Kalau pajak ke negara saya bayarkan, namun setiap bulan ada selisih yang saya ambil dari perusahaan. Uangnya saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari tiga orang istri saya dan untuk melarikan diri," bebernya.

Sebelumnya, pelaku dibekuk jajaran Polsek Sukaluyu saat pulang ke rumah istri mudanya di Cianjur. 

Tersangka merupakan buronan atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Cianjur sejak dua tahun lalu. Pelaku merupakan mantan akuntan. Ia menggelapkan pajak perusahaan di Cianjur, Jawa Barat, sebesar Rp 2,7 miliar yang dilakukan sejak 2016 hingga 2018.

Modus pelaku yakni dengan menaikkan nilai pajak perusahaan dari Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per bulannya.

Kapolsek Sukaluyu, AKP Anaga membenarkan penangkapan DPO Polres Cianjur itu. Polisi mendapat informasi keberadaan mantan pimpinan akuntan di PT Aurora yang pulang ke rumah istri mudanya.

"Pelaku sempat buron selama dua tahun, setelah perusahaan membuat laporan, bahkan pelaku sudah masuk DPO Polres Cianjur sejak dua tahun yang lalu karena menggelapkan uang pajak sebesar Rp 2,7 miliar, sesuai dengan laporan," katanya lagi.

Setiap bulannya, ujar dia, pelaku menaikkan nilai pajak yang ditagihkan ke perusahaan mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.

Akibatnya, setiap bulan selisih uang pajak yang dibayarkan melalui pelaku, dinikmati sendiri untuk membiayai tiga orang istrinya.

"Untuk pembayaran pajak ke negara tidak terganggu. Namun selisih yang diajukan menyebabkan kerugian bagi pihak perusahaan. Sehingga pelaku dilaporkan ke pihak berwajib. Namun sebelum ditangkap, pelaku melarikan diri ke berbagai wilayah termasuk ke Jawa Tengah," katanya sepertui dinukil Suara.com.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 372 KHUP atas tindakan penggelapan uang pajak yang mengakibatkan perusahaan tempatnya bekerja mengalami kerugian dengan total Rp 2.764.541.460.

Saat ini pelaku sudah mendekam di tahanan Mapolsek Sukaluyu dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejari Cianjur.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto