Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:42wib
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran kepala daerah untuk berhati-hati menghadapi potensi pandemi Covid-19 gelombang kedua. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang penugasan sebesar Rp1,27 triliun kepada perusahaan.
Sindir Menyindir Ramadan, TZ: Dulu Nabi Dibully, Dinista, Diancam Dibunuh, Netizen: Kayak Presiden Kita...

Jumat, 16-April-2021 09:53

Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Tengku Zulkarnain
10

JAKARTTA, NETRALNEWS,COM - Bulan Ramadan menjadi momen untuk berpuasa dan mengasah batin. Namun ternyata, masih dipakai pula sebagai media untuk menyindir.

Hal ini tercermin dalam cuitan berbau rohani dari Tengku Zulkarnain. Lucunya ada netizen yang menanggapi dengan aroma sindiran politik. Seolah seperti sindir-menyindir di bulan Ramadan.

“Dulu Nabi Muhammad yg sempat digelari al Amin, dibenci, dibully, dinista, dianiaya, bahkan kemudian diincar dikepung di rumahnya utk dibunuh. Seluruh kaum di Makkah bersatu utk membunuh beliau,” kata Zulkarnain, Jumat 16 April 2021.

“Apa sih salah beliau? Cuma mau mengajak umat menyembah satu Tuhan saja dan beriman...,” imbul Zulkarnain.

Banyak netizen menanggapi baik pro maupun kontra.

@Grisel41027107: “Sama berarti kayak sekarang..presiden Kita  dibenci, dibulli,, bahkan dihina.. moga smean sehat selalu dalam lindungan allah swt tad.. amin.”

@tekunberdosaaa: “Aku gagal paham sama kata katamu tadz. Nabi muhammad diberi gelar al amin kan ketika beliau masih kecil? Ketika masih kecil beliau belum tau apaapa , belum menyebarkan islam. Kenabian beliau pertama kali yg tau itu seorang Ulama bernama Bakhira. Itu setahu saya sih.”

@YudiAbdulRohim1: “Mengapa kita sudah beriman yang sama. Tetapi belum harmonis. Dimana letak kesalahannya.”

@Widi44203108: “Dari dulu juga gitu sahabat ali ra vs aisyah ra berperang, keduanya udah dpt jaminan sorga. para sahabat juga ada di kubu ali ra, ada juga di kubu muawiyah... apa lagi sekarang orang2 sekarang, ya maklum saja..”

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto