Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:11wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Heboh Sekampung Ramai-Ramai Beli Mobil, Netizen: Katanya Perekonomian Terpuruk?

Rabu, 17-Februari-2021 08:49

Ilustrasi Heboh Sekampung di Tuban Ramai-Ramai Beli Mobil.
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi Heboh Sekampung di Tuban Ramai-Ramai Beli Mobil.
6

TUBAN, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, banyak warganet gunjingkan berita warga sekampung ramai-ramai beli mobil gegara terima duit miliaran rupiah.

Rabu (17/2/21), di akun FB Mak Lambe Turah, banyak netizen berkomentar mengenai hal itu.

MLT: "Jangan lupa bayar pajaknya. Trus harus rajin servis, apalagi kalo mau keluar kota harus servis dulu.. Paksu ga berani keluar kota kalo ga servis dulu mobilnya. jadi aman lancar perjalanan."

Marlina Leni: "Mak jiwa miskin ku menangis."

Haidar Aliyah: "80M makk........10 mobil mah blum ad apa2nya."

Vuh Rah: "Nganterin mobil ngantri pas mau lalu lalang jg ngantri."

Opah Kevin: "Dan langsung dijadikan bahan gorengan."

Mas Wahyu Widhiyho: "Mnding bikin kos⊃2; beli tanah utk berkebun."

Anas Dirman San: "Sabar ya buat yang udah kerja keras tapi tidak mendapat seperti yang mereka dapatkan."

Suharto Stravinsky: "Katanya perekonomian endonesah terpuruk ?, lha itu pada beli mobil."

Sebelumnya diberitakan, selain membeli mobil baru, ratusan warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang mendadak jadi miliarder juga membeli tanah dan membangun rumah.

Namun, jarang warga yang menggunakan uang dari hasil penjualan tanah itu untuk membuat usaha.

"Warga yang menggunakan uangnya untuk usaha sangat minim. Jadi jangan heran kalau di kampung sini cari warung makan aja susah," ujar Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto seperti dilansir Kompas.com, Selasa (16/2/2021).

Gihanto mengatakan, uang membeli mobil dan tanah itu didapatkan warga dari hasil menjual lahan garapan yang terdampak proyek pembangunan kilang minyak terbesar di Indonesia.

Ada 225 kepala keluarga di Desa Sumurgeneng yang menjual tanah garapan.

Uang pembebasan lahan yang diterima warga bervariasi, mulai dari Rp 28 juta. Namun, sebagian besar warga mendapat uang sebesar Rp 8 hingga 10 miliar.

Beberapa orang lainnya mendapat uang di atas Rp 20 miliar.

Adapun proyek yang membuat warga jadi miliarder itu merupakan pembangunan kilang minyak NGRR Pertamina.

Pembangunnya menelan dana USD 15 miliar hingga USD 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun.

Proyek ini ditargetkan beroperasi pada 2024 dengan luas mencapai 1.050 hektare. Rinciannya, 821 hektare lahan darat, dan sisanya lahan reklamasi laut.

Untuk kebutuhan lahan darat, tersebar di Desa Kaliuntu enam bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani satu bidang, dan di KLHK satu bidang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto