Netral English Netral Mandarin
21:51wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Heboh Jaksa Kasus HRS Terima Suap Rp1,5 M, EK: Polanya Emang Disengaja, Bikin Keributan dengan Berita Bohong

Minggu, 21-Maret-2021 11:45

Eko Kuntadhi
Foto : Twitter/Eko Kuntadhi
Eko Kuntadhi
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi kesal. Beredar video sebut Jaksa terima suap Rp1,5 M untuk kasus sidang HRS. Video tersebut, salah satunya disebar akun @Albarado yang membagikan video dan menulis “Terbongkar Kasus Jaksa yang Menangani Kasus Sidang HRS Menerima Uang Suap Rp1,5 M.”

Berdasar pantauan NNC, akun tersebut kini sudah menghapus cuitannya. Namun Eko Kuntadhi berhasil merekamnya.

“Salah satu penyebar hoax. Polanya emang di sengaja. Bikin keributan dengan berita bohong. Kasus terjadi 2016, gak ada hubungannya sama Rizieq. Mereka mau menyulut keributan dengan bermodal hoax,” kata Eko, Minggu (21 Maret 2021.

Sebelumnya diberitakan, Viral di media sosial video yang menarasikan seorang jaksa menerima suap di sidang kerumunan dan tes swab Habib Rizieq Shihab yang telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut kejadian itu tidak benar.

Video tersebut menarasikan dengan voice over 'terbongkar pengakuan seorang jaksa yang mengaku menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab, innalillah semakin hancur wajah hukum Indonesia,'. Video itu berdurasi 48 detik dengan menampilkan wawancara wartawan dengan seorang jaksa yang belakangan diketahui Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yulianto.

Kejagung lantas memberikan penjelasan. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut bahwa peristiwa dalam video itu terjadi pada November 2016. Leonard menerangkan, video itu tidak berkaitan dengan peristiwa sidang Habib Rizieq.

"Bahwa video penangkapan seorang oknum jaksa oleh tim saber pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang lalu dan bukan merupakan pengakuan jaksa yang menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab," kata Leonard seperti dikutip, Minggu (21/3/2021).

Oknum jaksa AF yang ditangkap itu merupakan terpidana atas kasus korupsi penjualan tanah kas di Jawa Timur. Kejagung menegaskan video tersebut tidak benar alias hoax.

"Bahwa penangkapan oknum jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi penjualan tanah kas desa di Desa Kali Mok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur," tuturnya dinukil detik.com.

"Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoax," sambungnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto