Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:55wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Heboh Isu Santet di Demokrat, Bisa Berubah Wujud? Eko: Dulunya Dia Kampret, Sekarang Jadi Kadal

Selasa, 09-Maret-2021 16:55

Eko Kuntadhi dan Iti Otavia
Foto : Istimewa
Eko Kuntadhi dan Iti Otavia
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyindir pernyataan Bupati Lebak, Iti Octavia terkait pernyataan sebelumnya bahwa ia akan kirim santet kepada Moeldoko karena kecewa terkait keterlibatannya dalam KLB Demokrat.

Eko Kuntadhi kemudian mengaku pernah punya teman kena santet dan berubah wujud. 

"Ada teman gue yang kena santet. Dulunya dia Kampret. Sekarang jadi Kadal...," kata Eko, Selasa (9/3/21).

Untuk diketahui, Ketua DPD Demokrat Banten, yang juga Bupati Lebak, Iti Octavia meluruskan perkataannya terkait akan menyantet Moeldoko karena dianggap turut dalam dugaan upaya pengkudetaan AHY. Menurut Iti, hal itu tidak akan terjadi, karena perbuatan dosa dan bisa menghilangkan pahala ibadahnya.

"Mana mungkin saya nyantet, sia-sia atuh salat dan puasa saya. Rugi mengorbankan itu semua untuk seorang perampok partai. Kita siap pasang badan untuk Ketum dan Demokrat," kata Iti Octavia, Senin (8/3/2021).

Menurut Iti, hal itu sempat dia katakan sebagai ungkapan rasa kekesalan dan terhadap KLB Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Meski demikian, dia menjamin tidak akan benar-benar menyantet Kepala Staf Kepresidenan itu.

"Omongan santet merupakan puncak kekesalan kita DPD Demokrat Banten. Kita merasa kesal dan emosi, karena adanya kudeta KLB Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko," dia menegaskan.

Ramai-Ramai Pakta Integritas

Anggota DPRD Kabupaten Serang asal Demokrat, siang tadi, Senin, 6 Maret 2021, menandatangani pakta integirtas dan kesetiaan terhadap AHY sebagai ketua umum yang sah. Mereka berjanji akan melindungi partai berlambang mercy itu.

"Tadi ada lima anggota dewan kita menandatangani pakta integritas. Tanda kesetiaan dan loyalitas secara ikhlas dan sadar, tetao mendukung AHY," kata Ketua DPC Demokrat Kabupaten Serang, Yayan Alfian, di kantornya, Senin (8/3/2021).

Nantinya, seluruh anggota dan pengurus juga akan ikut serta menandatangani pakta integritas dan kesetiaan mereka terhadap Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

"Nanti 29 PAC, pengurus dan kader, juga ikut tanda tangan secara bergilir, mengikuti prokes covid-19," jelasnya.

Sedangkan bagi Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Serang, Riki Suhendra, dia akan melindungi seluruh anggotanya jika terjadi Pergantian Antar Waktu (PAW). Demonstrasi menjadi jalan terakhir bagi anggota legislatif, untuk mempertahankan hak dan soliditas partai berwarna biru itu.

Jika PAW benar terjadi, mereka terlebih dahulu akan mengambil langkah hukum untuk membela diri dan Partai Demokrat.

"Kalau PAW, kita akan tempuh jalur hukum. Enggak mudah juga proses PAW. Kalau proses hukum susah ya demo besar-besaran. Kalau demo enggak lima orang, pendukung saya saja di kabupaten ada 3 ribu," jelasnya seperti dilansir Liputan6.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto