Netral English Netral Mandarin
02:43wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Heboh Indomart dan Alfamart Dilarang di Sumbar, Netizen: Berharap Rumah Makan Padang Gak Menjamur di Mana2, Mending Warteg

Kamis, 08-April-2021 11:35

Ilustrasi Alfamart dan Indomart dilarang di Sumbar
Foto : Minangkabau News
Ilustrasi Alfamart dan Indomart dilarang di Sumbar
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memastikan menutup rapat peluang masuknya ritel modern berjaringan seperti Alfamart dan Indomeret. Hal ini guna melindungi usaha mikro dan kecil setempat.

Padahal Sumbar adalah salah satu tempat yang cukup menarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Hal itu menjadi sorotan banyak warganet di sosial media. Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen memberikan beragam komentar pro dan kontra. 

MLT: “Waahh apakah daerahmu kayk gini gak gaiss??”

Occa Kim: “Baguslah kalau ga boleh.”

Findyanto Putra: “Ngomongnya demi rakyat kecil jatohnya paling bikinan kongsi pemda sana.”

Jack Daniells: “Berharap rumah makan padang juga gak menjamur dimana2 .. . Malez bgt, mendingan warteg.”

Sanubari Budiman: “2 toko itu sebenernya kongsian sama warga juga. Kan mereka jualannya pakai franchise. Sebnernya klo warung mau berbenah, ga akan mati gegara 2 sejoli itu. Buktinya seluruh wilayah yg ada 2 sejoli itu, warung2 masih bertebaran dan buka...”

Yoga Bayu: “Di banyak daerah juga rasanya ada mart2 lokal, cuma ngga melarang duo merah biru aja. Tp dilarang pun sebenernya sah2 aja, namanya pemerintah setempat mau melindungi kepentingan ekonomi warganya.”

Ramski Tejokusuma: “Gak mampu bersaing aja...”

Mary Swanson: “Orang Minang anti Indomaret di Sumbar, giliran main ke Jakarta belanjaan ke Indomaret, dasar koplak.”

Sebelumnya diberitakan, Pemda Padang memang melarang minimarket waralaba tersebut beroperasi, sebab ada kekhawatiran keberadaanya dapat mematikan keberadaan pedagang tradisional.

Hal tersebut pernah dikemukakan oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Ia memastikan tidak akan memberikan izin kepada jaringan waralaba Indomaret dan Alfamart untuk membuka gerainya di Kota padang. Menurut dia, kehadiran kedua waralaba tersebut dapat merusak ekonomi daerah nantinya.

"Indomaret dan Alfamart tidak dikeluarkan izinnya karena akan merusak ekonomi daerah," kata Mahyeldi beberapa waktu lalu dikutip dari sripokucom.

Minimarket waralaba sering dituding sebagai penyebab warung-warung atau toko kelontong menjadi sepi pembeli.

Namun bukan berarti tidak ada minimarket sama sekali di sana, ada juga minimarket tetapi sifatnya milik perorangan dan bukan waralaba. Minimarket tersebut biasa disebut toserba, atau toko serba ada.

Wali kota mengatakan Kota Padang ke depannya justru akan merancang "Halal Mart". Dimana seluruh barang yang dijual berasal dari Kota Padang sendiri.

Sementara itu, Gubernur Sumbar sebelumnya, Irwan Prayitno pernah mengatakan sudah ada kesepakatan antara pemerintah seluruh kabupaten dan kota di Sumbar untuk menutup izin bagi ritel modern berjaringan dari luar.

“Provinsi Sumbar dan seluruh pemerintah kabupaten/kota sepakat menolak keberadaan jejaring ritel modern dari luar masuk ke Sumbar,” katanya, Jumat (14/7/2017), seperti dikutip dari Bisnis.com.

Pemda setempat, kata Irwan, lebih memilih mendukung pengembangan Minang Mart dan ritel-ritel modern lokal lainnya daripada memberikan izin kepada ritel modern berjaringan dari luar. 

Sampai saat ini, Sumbar bisa dibilang masih aman dari serbuan ritel modern milik korporasi besar seperti Alfamart dan Indomaret. 

Provinsi tetangga, seperti Riau dan Jambi bahkan dijamuri oleh kehadiran dua kelompok ritel berjaringan besar tersebut. 

Irwan mendorong pemda memfasilitas Minang Mart dan ritel modern lokal lainnya untuk mengembangkan bisnisnya di seluruh penjuru Sumbar.

Adapun, Minang Mart adalah ritel yang dikelola PT Retail Modern Minang (RMM) sebuah perusahaan kongsi milik BUMD PT Grafika Jaya Sumbar dengan PT Sentra Distribusi Nusantara.

Minang Mart dikembangkan untuk mendorong peningkatan mutu dan layanan toko kelontong milik masyarakat untuk diberdayakan dan dikembangkan dengan brand Minang Mart, sehingga mampu bersaing dengan ritel besar.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto