Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:48wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Heboh Dukun Bersatu, MUI: Merusak Keimanan, Netizen: Anggap Saja Kuda Lumping, Repot Amat

Minggu, 07-Februari-2021 08:10

Heboh Perdukunan, MUI sebut Merusak Keimanan
Foto : Solo Pos
Heboh Perdukunan, MUI sebut Merusak Keimanan
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah orang mendeklarasikan diri dalam Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) di Banyuwangi, Jawa Timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat langsung angkat bicara terkait adanya Persatuan Dukun Nusantara di Banyuwangi, Jawa Timur.

Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan mengatakan MUI telah mengeluarkan fatwa soal larangan perdukunan dan peramalan Nomor: 2/MUNAS VII/MUI/6/2005.

"Ya, kalau dari MUI, kan sudah ada fatwa-kan, terhadap perdukunan dan peramalan," ujar Amirsyah saat dihubungi, Sabtu (6/2/2021).

"Intinya perdukunan itu dilarang, itu karena menimbulkan banyak mudarat, di antaranya merusak keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT," sambungnya.

Amirsyah menjelaskan soal maksud dari merusak keimanan.

"Merusak karena dia akan berangan-angan, dia akan berkhayal karena keimanan yang benar itu adalah keimanan yang sesungguhnya di benarkan di dalam Alquran dan Assunnah dan diiringi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Karena itu kata Rasulullah, iman itu bukan hayalan tapi diyakini dalam hati, dibenarkan dengan amal perbuatan," sambungnya.

Amirsyah kemudian meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk melakukan identifikasi dan klarifikasi terkait adanya Persatuan Dukun Nusantara. Apabila terbukti melanggar prinsip keagamaan, Amirsyah meminta kegiatan Persatuan Dukun Nusantara itu dihentikan.

"Pertama harus dilakukan identifikasi permasalahan apa sebenarnya yang terjadi di Banyuwangi, apakah betul bahwa festival perdukunan ini telah mendapat izin dari Pemda, kedua harus klarifikasi. Ketiga kalau sudah jelas data-data dan fakta-faktanya kalau bahwa ini menyimpang dari prinsip-prinsip kehidupan beragama sebaiknya dihentikan," imbuhnya.

Pernyataan Amirsyah ramai jadi sorotan warganet. Di akun FB Mak lambe Turah, sejumlah netizen melah mengkritik keras pernyataan Amirsyah.

MLT: "Sementara Elon Musk lagi mikir soal destiny tinggal di Mars, Bill Gates lagi mikir gimana mendinginkan Matahari, lah kita masih berkutat soal begini. Masalahnya Negara ini kan negara hukum bukan negara berdasar agama. Jadi kalo pemda ato kepolisian setempat mau bubarin perkumpulannya, dasar hukumnya apa? Negara mau bubarin, dasar hukumnya apa? Bahkan si FP* yang sudah jelas2 dibubarkan saja ganti nama baru. Boleh itu kan. Jadi mak setuju dengan pendapat PBNU. Melarang sebuah persatuan perkumpulan itu harus ada dasar hukumnya.Nah nanti kalo soal agama lain lagi. Kembali pada individu masing2. Yang mau gabung persatuan perdukunan, itu hak asasi dia. Trus kalo ada festivalnya ada yang mau nonton engga nya kembali juga ke individu masing2. Eh tapi ada juga yang nonton itu bukan persoalan kepercayaan,Tapi karena unik aja jadi ditonton. Jadi nonton itu belum tentu, percaya dengan yang ditonton, lah kalo sekadar hiburan gimana."

Yehwa BaiQian: "Biar keliatan rame mak."

Indra Han: "Mungkin anggap saja nonton kuda lumping. Repot amat."

Bayu Ramdhani: "Mabok agama yg akut."

Respons PBNU

Sementara itu, dilansir Detik.com, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Marsudi Syuhud mengaku tak mempermasalahkan perkumpulan dukun Nusantara itu.

"Ya nggak apa-apa, kan orang Indonesia kan? Apa masalahnya?" ujar Marsudi saat dihubungi, Sabtu (6/2/2021).

Dia menyebut masyarakat boleh melakukan perkumpulan itu karena Indonesia menganut sistem demokrasi. Menurutnya, dukun juga sudah ada sejak zaman dulu.

"Ya dukun dari zaman dulu kan ada di Jawa, di luar Jawa di Nusantara sudah banyak kan. Terserah apalah, wong demokrasi, gitu saja," ucapnya.

Lebih lanjut, Marsudi mengatakan kegiatan tersebut tidak akan terpengaruh dengan masalah akidah. Menurutnya, ada kiai yang bertugas untuk mengurus akidah masyarakat.

"Akidah ya tugasnya kiai-kiai untuk ngurusin akidahnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun atau paranormal mendeklarasikan diri dalam sebuah perkumpulan atau wadah. Mereka menamakan perkumpulan itu dengan Perdunu (Persatuan Dukun Nusantara).

Deklarasi di gelar di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Rabu (3/2/2021). Kegiatan digelar dengan pengenalan logo, pembentukan pengurus hingga pemotongan tumpeng sebagai ucapan syukur. Kegiatan deklarasi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Tujuan didirikannya Perdunu ini, agar masyarakat tak terjerumus dengan aksi dukun abal-abal dan menjerumus kepada penipuan. Program kerja perkumpulan dukun atau paranormal ini adalah bakal menggelar Festival Santet dan mengenalkan destinasi mistis di Banyuwangi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto