Netral English Netral Mandarin
21:53wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Heboh Drone Laut, FH Sentil FZ: Semua Mentri Lo Nyinyir, Sekali-kali Nyinyir ke Menhan

Senin, 04-January-2021 08:42

Heboh Drone Laut, FH Sentil FZ: Semua Mentri Lo Nyinyir, Sekali-kali Nyinyir ke Menhan
Foto : Istimewa
Heboh Drone Laut, FH Sentil FZ: Semua Mentri Lo Nyinyir, Sekali-kali Nyinyir ke Menhan
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang nelayan Indonesia menemukan benda mirip rudal lengkap dengan kamera di dalamnya di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan saat malam Natal kemarin.

Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda tersebut adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah tersebut.

Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Senin (4/1/21) membuat cuitan menyindir Fadli Zon, katanya: "Saya belum dengan kritik @fadlizon  terhadap @Kemhan_RI  @prabowo  atas ditemukannya benda mirip drone laut di Selayar Sulsel. Apakah bang Fadli tidak ingin menambahkan itu dalam daftar kinerja buruk pemerintah?"

"Objektifitas kritik dan keberanian akan menunjukkan siapa FZ," kata Ferdinand.

Ferdinand juga mengunggah gambar Komikkita yang bertulis: "Son, Semua Mentri Lo Nyinyir, sekali-kali nyinyir ke Menhan gitu."

Sebelumnya dilansir ABC News, Davis mengatakan insiden itu patut diwaspadai lantaran drone itu ditemukan pada rute maritim utama yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia dekat daratan Australia.

Davis mengatakan ini merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut China bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pesisir pantai utara Australia.Lihat juga: Prabowo Izinkan Bakamla Gunakan Senjata Kaliber 12,7-30 mm

"Ini memang mengirimkan sinyal bahwa AL China sedang bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke utara Darwin dan kami harus bersiap menghadapi prospek aktivitas kapal selam yang jauh lebih dekat ke pantai utara Australia daripada sebelumnya," kata Davis.

"Mereka (China) perlu memahami oseanografi dan sifat batimetri wilayah itu, jadi itu lah alasan penempatan pesawat layang tersebut," paparnya menambahkan.

Menurut sejumlah media di Indonesia, drone tersebut memiliki panjang hingga 225 centimeter dengan lebar sayap 50 sentimeter dan antena sepanjang 93 sentimeter.

Dilansir The Guardian, menurut portal berita militer Naval News, data UUV bisa sangat berharga bagi perencana angkatan laut, khususnya operasi kapal selam.

"Semakin baik angkatan laut mengetahui medan perairan, semakin baik kemampuannya untuk sembunyi dari musuh," bunyi portal tersebut.Lihat juga: Peringatkan China, Kapal Perang AS Akan Lebih Tegas di LCS

Semula, drone tersebut diserahkan ke polisi. Namun, saat ini TNI telah mengambil kendaraan nirawak bawah laut itu dan tengah diselidiki di Pangkalan Angkatan Laut Utama ke-6 di Makassar.

Analis keamanan asal Indonesia, Muhammad Fauzan mengatakan drone tersebut "sangat mirip dengan UUV 'Sea Wing' China. Jika benar, Fauzan menuturkan penemuan drone ini akan menimbulkan banyak pertanyaan, terutama bagaimana itu bisa ditemukan jauh di dalam wilayah Indonesia.

"Dalam beberapa tahun terakhir China telah melakukan banyak kejahatan atau bahkan aktivitas subversif di wilayah tersebut," kata Fauzan.

Insiden serupa pernah terjadi dua kali yakni pada 2020 dan 2019. Pada Maret 2019, sebuah drone Sea Wing UVV yang sama ditemukan oleh nelayan di dekat Pulau Riau.

Pada awal 2020, sebuah drone kapal selam China juga ditemukan di dekat Pangkalan Angkatan Laut Surabaya.

Hingga kini, China belum berkomentar terkait laporan penyitaan drone bawah lautnya di perairan Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto