Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:16wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Harga Emas Jatuh 8,1 Dolar AS di Akhir Perdagangan, Ini Penyebabnya 

Jumat, 26-Maret-2021 06:37

Ilustrasi Emas Batangan
Foto : MarketWatch
Ilustrasi Emas Batangan
3

CHICAGO, NETRALNEWS.COM  - Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 26/3/2021 pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan sesi sebelumnya, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar ke level tertinggi empat bulan merusak daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, tergelincir 8,1 dolar AS atau 0,47 persen menjadi ditutup pada 1.725,10 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (24/3/2021), emas berjangka terdongkrak 8,10 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.733,20 dolar AS.

Emas berjangka anjlok 13 dolar AS atau 0,75 persen menjadi 1.725,10 dolar AS pada Selasa (23/3/2021), setelah tergerus 3,6 dolar AS atau 0,21 persen menjadi 1.738,10 dolar AS pada Senin (22/3/2021), dan terangkat 9,2 dolar AS atau 0,53 persen menjadi 1.741,70 dolar AS pada Jumat lalu (19/3/2021).

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan sedikit menguat, meningkatkan peluang kerugian bagi mereka yang memegang emas.

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,4 persen, setelah mencapai level tertinggi sejak 13 November di 91,92 pada awal sesi, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Anda melihat perbedaan besar dalam suku bunga obligasi pemerintah antara AS dan negara-negara Eropa lainnya dan itu menyebabkan peningkatan aliran dana ke greenback dan itu membebani logam mulia," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

"Momentum (untuk emas) berada di sisi bearish, jadi Anda harus melihat harga sedikit rebound agar mendapatkan keyakinan kenaikan yang berkelanjutan dapat dicapai."

Kerugian emas terjadi meskipun sentimen di pasar keuangan yang lebih luas dilemahkan oleh babak baru pembatasan virus corona di zona euro.

Angka ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (25/3/2021) juga menekan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 684.000 mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 20 Maret, turun dari angka 781.000 di pekan sebelumnya.

Produk domestik bruto (PDB) AS direvisi sedikit menguat ke tingkat tahunan sebesar 4,3 persen pada kuartal keempat 2020, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,1 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 18,4 sen atau 0,73 persen menjadi ditutup pada 25,047 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 26 dolar AS atau 2,2 persen menjadi ditutup pada 1.154,20 dolar AS per ounce.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli