Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:07wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Harga Emas Berbalik Menguat Usai Anjlok Enam Hari Berturut-turut, Ini Pemicunya

Sabtu, 30-January-2021 07:00

ilustrasi emas batangan dan dolar AS.
Foto : commodity trade mantra
ilustrasi emas batangan dan dolar AS.
7

CHICAGO, NETRALNEWS.COM - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) setelah bergerak dalam kisaran ketat, menghentikan penurunan enam hari berturut-turut, saat investor berbalik arah karena menjadi tidak yakin akan stabilitas pasar saham yang telah menggerus logam mulia selama sepekan terakhir.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat 9,1 dolar AS atau 0,49 persen menjadi ditutup pada 1.850,30 dolar Amerika Serikat (AS) per ounce.

Sehari sebelumnya, Kamis (28/1/2021), harga emas berjangka jatuh 7,7 dolar AS atau 0,42 persen menjadi 1.841,20 dolar AS per ounce.

Investor ritel menyerbu pasar saham selama seminggu terakhir untuk memanipulasi harga saham GameStop dan AMC Theaters, mendorong ekuitas AS jatuh dan mendukung emas. Investor juga prihatin dengan kemanjuran vaksin COVID-19 ketika kasus infeksi melonjak kembali di berbagai belahan dunia.

Harga emas berada di jalur terburuk di Januari sejak 2011, sesuatu yang oleh banyak analis dikaitkan dengan penguatan dolar baru-baru ini dan peningkatan fokus investor pada aset-aset yang akan mendapat manfaat dari pemulihan ekonomi. Emas turun 2,4 persen selama Januari.

Harga emas menemukan dukungan tambahan pada Jumat (29/1/2021) ketika indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun menjadi 79 pada Januari, lebih rendah dari pembacaan awal 79,2 pada di awal bulan dan 80,7 pada Desember.

Namun demikian, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pendapatan pribadi AS meningkat 0,6 persen pada Desember, dan pengeluaran konsumsi pribadi turun hanya 0,2 persen, semuanya lebih baik dari yang diharapkan, membatasi kenaikan emas.

"Emas sebagian besar akan terus bergerak dalam kisaran sempit karena menunggu katalis yang tepat," kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy, seperti dikutip Reuters.

Lewatnya stimulus AS, potensi peningkatan inflasi dan serangkaian tindakan selanjutnya dari bank-bank sentral global akan menjadi kunci untuk emas, katanya. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap kemungkinan inflasi dari stimulus yang meluas.

Dolar telah naik 0,9 persen bulan ini dibantu oleh imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi dan ekspektasi bahwa paket pengeluaran fiskal Presiden Joe Biden tidak akan sebesar 1,9 triliun dolar seperti yang diusulkan.

"Dolar telah menjadi favorit safe-haven saat ini," kata Phillip Futures dalam sebuah catatan.

Sementara itu, seperti dilansir Antara, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 99,2 sen atau 3,83 persen menjadi ditutup pada 26,914 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 6,8 dolar AS atau 0,63 persen menjadi menetap di 1.079,20 dolar AS per ounce.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP