Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:14wib
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran kepala daerah untuk berhati-hati menghadapi potensi pandemi Covid-19 gelombang kedua. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang penugasan sebesar Rp1,27 triliun kepada perusahaan.
Haikal Minta Jokowi Ganti Menteri Nadiem dengan Figur yang Nasionalis Religius dan Pancasilais

Kamis, 22-April-2021 18:39

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Habib Rizieq Shihab (HRS), Haikal Hassan
Foto : Istimewa
Sekertaris Jenderal (Sekjen) Habib Rizieq Shihab (HRS), Haikal Hassan
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekertaris Jenderal (Sekjen) Habib Rizieq Shihab (HRS), Haikal Hassan menyoroti polemik  Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang tidak mencantumkaan keterangan terkait kiprah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari.

Menurut Haikal, kasus Kamus Sejarah Indonesia ini bukan persoalan sepele sehingga penyelesaiannya tak cukup hanya dengan menarik buku itu dari peredaran.

Haikal menilai bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim harus bertanggung jawab atas kasus Kamus Sejarah Indonesia yang disusun oleh Kemendikbud itu.

Karenanya, Haikal meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti Nadiem Makarim dengan figur yang lebih senior, bijak, nasionalis religius, pancasilais dan paham arti keadilan pendidikan.

"Kasus buku sejarah gak cukup untuk ditarik saja... ini terlalu bahaya buat main- main," tulis Haikal di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Kamis (22/4/2021).

"Mohon Presiden @jokowi ganti @nadiemmakarim dengan yang senior, bijak, nasionalis religius, pancasilais, paham arti keadilan pendidikan," cuit Haikal.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, pihaknya tidak pernah menerbitkan buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I secara resmi.

Menurutnya, dokumen buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang beredar di masyarakat merupakan salinan lunak naskah yang masih perlu disempurnakan."Naskah tersebut tidak pernah kami cetak dan edarkan kepada masyarakat," kata Hilmar dikutip dari situs resmi Kemendikbud, Selasa (20/4/2021).

"Dokumen tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat oleh kalangan tertentu merupakan salinan lunak (softcopy) naskah yang masih perlu penyempurnaan," ujar Hilmar.

Hilmar juga mengungkapkan bahwa naskah buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun pada tahun 2017, sebelum periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Makarim.

"Selama periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, kegiatan penyempurnaan belum dilakukan dan belum ada rencana penerbitan naskah tersebut," jelasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati