Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:36wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Haikal: ASABRI Dibangun Pak Harto, Yang Rampok Lu Lagi, Lu Lagi, haiyaa oe Bingung

Kamis, 25-Februari-2021 09:58

Haikal Hassan Baras
Foto : Istimewa
Haikal Hassan Baras
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Haikal Hassan Baras menuntut agar para pelaku korupsi dalam kasus Asabri agar ditindak tegas dengan dihukum mati. 

"ASABRI dibangun Alm.pak Harto utk kesejahteraan keluarga TNIPolri. Mereka dipotong gaji utk hari tua. Kumpulan uang2 mereka itu dirampok. Yg rampok lu lagi lu lagi haaiyyyaa... oe bingung.. Tolonglah para penegak hukum... HUKUM MATI MEREKA," kata Haikal, Kamis (25/2/21).

"Mari lihat siapa yg nyinyir," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa enam orang direktur perusahaan sekuritas terkait perkara tindak pidana korupsi PT Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebutkan bahwa keenam direktur yang diperiksa itu antara lain Direktur NH Korindo Sekuritas Amir Suhendro S, Direktur pada diler mobil Lexus PT Ananta Auto Andalan Daniel Bernard Oloan.

Kemudian, Direktur Compliance PT Panin Sekuritas Tjiang Jefry, Direktur Internal Audit PT Reliance Sekuritas Indonesia Rendy Miftah Ananda, Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Hendy Salim dan Direktur anak usaha PT Hanson International Tbk yaitu PT Harvest Time Andrianto Kasigit.

Selain keenam orang direktur tersebut, Leonard juga mengatakan bahwa tim penyidik Kejagung sudah memeriksa PIC Trimegah Sekuritas Morgan Gindo Wardhana S.

"Semuanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait kasus korupsi PT Asabri," kata Leonard, Rabu (24/2/2021).

Leonard juga menjelaskan tim penyidik Kejagung memeriksa para saksi tersebut dalam rangka mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti terkait kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp23,7 triliun.

"Para saksi diperiksa untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti," ujarnya.

Sebelumnya, Kejagung menyatakan tidak akan tebang pilih dalam menelusuri aset milik tersangka kasus korupsi dana investasi PT Asabri.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Ali Mukartono mengatakan bahwa tim penyidik masih bergerak untuk menelusuri aset milik tersangka di sejumlah lokasi baik di dalam maupun di luar negeri.

Penelusuran aset atau asset tracing adalah salah satu strategi kejaksaan dalam rangka pengembalian kerugian negara sebesar Rp23,7 triliun. "Semua tersangka akan dilacak asetnya," tegas Ali Mukartono seperti dinukil Bisnis.com, Selasa (23/2/2021).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto