Netral English Netral Mandarin
01:13wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Haikal: Denger2 BuzzerRp Jadi Miskin Mendadak, Uang Jasa Melapor Dihapus, Ada yang Mau Buka Donasi?

Jumat, 26-Februari-2021 12:55

Denny Siregar dan Haikal Hassan Baras
Foto : Istimewa
Denny Siregar dan Haikal Hassan Baras
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Haikal Hassan Baras, Jumat (26/2/21) mencuit tentang keberadaan buzzer yang menurutnya bakal mengalami kemiskinan gegara dana distop.

"Denger2 kabar buzzerRp jadi miskin mendadak. Uang bulanan distop. Uang jasa melapor dihapus sejalan dg UU ITE. Mengharap banjir DKI lama ternyata sehari. Dan jadilah miskin kembali...," kata Haikal. 

"Ada yg mau buka donasi?" imbuhnya.

Sementara sebelumnya secara terpisah diberitakan, maraknya penyerangan secara personal di media sosial yang dilakukan buzzer mendapat sorotan publik bahkan dianggap memiliki gerak yang diduga terorganisasi.

Sejumlah tokoh publik juga telah merasakan serangan dari buzzer ini. Tokoh seperti, Din Syamsuddin, Kwik Kian Gie, Susi Pudjiastuti hingga Rizal Ramli sudah merasakan ganasnya serangan buzzer.

UU ITE harus menjadi hukum yang membasmi buzzer. UU ITE harus dapat mengontrol orang untuk bijak menggunakan media sosial.

“Itu gunanya sebenarnya UU ITE yang bisa mengontrol orang-orang dalam menggunakan IT khususnya medsos,” ujar Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulsel, Elly Oscar, saat dihubungi Fajar.co.id, Minggu (21/2/2021).

Lebih lanjut, kata Elly, UU ITE harus berlaku sama kepada semua orang di negeri ini, tidak boleh ada yang kebal terhadap hukum.

“Misalnya kasus Pak Din yang dituduh sebagai radikal dan lainnya, pelakunya sampai saat ini belum diproses padahal apa yang dituduhkan tidak bisa dibuktikan,” tegas Elly.

Ia pun mengatakan, jika benar buzzer ini berfungsi untuk memengaruhi opini publik, ia mengajak masyarakat untuk menjadi buzzer baik.

“Untuk melawan atau minimal membendung buzzer itu ya harus dengan buzzer juga. Karena masing-masing buzzer itu terorganisir. Artinya orang-orang baik juga harus jadi buzzer,” ujarnya.

“Kan biasanya buzzer jahat itu by order. Ketika ada orang kritis biasanya langsung diserang pribadinya masa lalunya dan sebagainya yang intinya bagaimana memengaruhi opini publik,” lanjutnya. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto