Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:08wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Hadiri Nikah Atta-Aurel, Jokowi Ga Bisa Dibela, Akhmad Sahal: Tetep Ga Peka, yang Upload Juga Ngawur

Senin, 05-April-2021 17:37

Akhmad Sahal
Foto : Istimewa
Akhmad Sahal
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menurut Akhmad Sahal, bagaimanapun Presiden Jokowi tidak perlu dibela. Apa yang dilakukan dengan menghadiri pernikahan Atta-Aurel, menurutnya tetap tidak baik. 

“Kehadiran Pak Jokowi ke pernikahan Atta-Aurel ga bisa dibela. Meski taat prokes dan udah divaksin, tetep ga peka. Akun Setneg yg upload jg ngawur,” kata Akhmad Sahal melalui akun Twitternya, Senin (5/4/21).

“Kenapa sih Jkw ga hadir virtual aja, jd saksi nikah via zoom, tayang di youtube. Setidaknya ini bisa jd soal fikih yg seru :),” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, akun Twitter Kementerian Sekretariat Negara, @KemensetnegRI diserbu warganet (netizen) karena mengunggah status yang tidak terkait dengan institusi Kemensetneg maupun Istana Kepresidenan sama sekali. 

Status tersebut terkait kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto Djojohadikusumo di pernikahan Atta Halilintar-Aurel Hermansyah di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Sabtu (3/5).

Mayoritas warganet mengecam atau menyindir aktivitas Jokowi sebagai pribadi, bukan presiden yang hadir di acara pernikahan dua Youtuber tersebut. 

Meskipun dalam siaran pers Kemensetneg dijelaskan jika acara pernikahan tersebut menerapkan protokol kesehatan (prokes), namun tidak menyurutkan kritik dari masyarakat.

Bahkan, tidak sedikit yang membandingkan kerumunan yang diciptakan akibat acara pernikahan duo selebritas media sosial (medsos) itu dengan nasib pernikahan anak pendiri Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kala itu, HRS harus didenda sebesar Rp 50 juta serta dipenjara oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri akibat pelanggaran protokol kesehatan (prokes). 

Pun dengan foto-foto yang beredar, undangan maupun pihak keluarga mempelai mencopot masker dan berfoto tanpa jaga jarak.

Seperti dinukil Republika, hingga Senin (5/4) pagi sekitar pukul 05.45 WIB, status Twitter Kemensetneg sudah dikomentari lebih 7.200 akun, di-retweet 11.600 akun, dan diskuai 6.400 akun. 

Tidak sedikit akun yang membandingkan pernikahan yang dihadiri Jokowi dengan yang menimpa rakyat kecil.

Jika rakyat kecil menyelenggarakan pernikahan dibubarkan oleh petugas dan bahkan sampai dibentak, maka Jokowi malah menghadiri acara yang menimbulkan kerumunan. Bahkan penulis novel Okky Madasari turut berkomentar.

"Kenapa rakyat Twitter sedemikian heboh mempermasalahkan kehadiran Presiden-Menhan di pernikahan Atta & Aurel, dan twit @KemensetnegRI? Karena ketidaksetaraan di mata hukum dipertontonkan tanpa rasa malu. Belum lagi soal kepekaan & empati sebagai pejabat publik. Beyond blunder," ujarnya lewat akun @okkymadasari

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto