Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:41wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Gus Umar: Sekelas Pak JK Saja Dicaci Maki, Apalagi Kita Orang Biasa Ya?

Senin, 15-Februari-2021 07:15

Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI ke-10 dan 12.
Foto : Setkab
Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI ke-10 dan 12.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Syadat Hasibuan (Gus Umar) menyoroti serangan buzzer terhadap Jusuf Kalla (JK) setelah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu mempertanyakan bagaimana caranya mengkritik pemerintah tapi tidak dipolisikan.

"Pak @Pak_JK cuma nanya gimana caranya kritik tak dipanggil Polisi. Buzzer langsung serbu Pak JK," tulis Gus Umar di akun Twitternya, Minggu (14/2/2021).

Menurut Gus Umar, sekelas JK saja diserang, apalagi rakyat biasa. Hal tersebut, lanjutnya, menunjukkan betapa sulitnya melontarkan kritik di negara ini.

"Sekelas pak JK saja dicaci maki apalagi kita orang biasa ya? Emang sudah gak bisa lagi mengkritik di negara ini," cuit @UmarChelsea_.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat aktif mengkritik pemerintah. JK mempertanyakan bagaimana caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi.

"Presiden mengumumkan, silakan kritik pemerintah. Tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? Seperti yang disampaikan Pak Kwik (Kian Gie), dan sebagainya," ujar JK dalam acara peluncuran Mimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS DPR secara virtual yang disiarkan di kanal YouTube PKS TV, Jumat (12/2/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP