Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:33wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Gus Sahal: Setuju Jozeph Paul Ditangkap dan Dihukum, Tapi Yahya Waloni cs Juga...

Senin, 19-April-2021 10:00

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal (Gus Sahal)
Foto : Istimewa
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal (Gus Sahal)
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal (Gus Sahal) mendukung langkah Polri untuk menangkap dan menghukum Jozeph Paul Zhang karena diduga menistakan agama Islam.

Hal tersebut disampaikan Gus Sahal mengomentari pemberitaan media soal langkah Penyidik Bareskrim Polri menggandeng Interpol untuk memburu Jozeph Paul Zhang.

"Saya setuju Jozeph Paul Zhang ditangkap dan dihukum karena telah menista Islam," tulis Gus Sahal di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Senin (19/4/2021).

Selain Jozeph, Gus Sahal juga meminta aparat untuk menangkap dan menghukum penceramah Yahya Waloni cs yang diduga menista agama Kristen.

"Tapi Yahya Waloni dan ustad abal-abal lain yang hobi menistakan Kristen juga harus ditangkap dan dihukum," kata @Sahal_AS.

"Yahya Waloni adalah Paul Zhang versi mualaf," cuit Gus Sahal.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial video pernyataan Jozeph Paul Zhang yang diduga menista agama Islam dan mengaku sebagai nabi ke-26. 

Jozeph membuat pernyataan tersebut dalam sebuah forum diskusi via Zoom bertajuk 'Puasa Lalim Islam' yang ditayangkan di akun YouTube pribadinya.

Di video itu, Jozeph bahkan menantang siapa saja untuk melaporkannya ke polisi terkait pernyataannya yang diduga menista agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26.

Karena aksinya itu, Jozeph kini diburu pihak kepolisian. Tim penyidik Bareskrim Polri tengah menyelidiki video Joseph dan mendalami beberapa dokumen penyidikan yang bersangkutan.

“Saat ini sedang kita dalami, lengkapi dokumen penyelidikannya. Dan pelaku sedang kita buru,” ujar Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andrianto kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Agus mengungkapkan, dari data perlintasan imigrasi, diketahui Joseph Paul sudah tidak berada di Indonesia sejak Januari 2018 lalu. Dan belum pernah kembali lagi ke Tanah Air.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dengan sangat baik. Data yang bersangkutan memang telah meninggalkan Indonesia sejak 2018 lalu dan belum tercatat kembali,” sambungnya.

Meski demikian, Agus menuturkan pihaknya akan terus menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Joseph.

“Mekanisme penyelidikan pun telah berjalan bersama dengan pihak kepolisian luar negeri. Jika sudah diketahui, mau enggak mau negara tersebut harus mendeportasi yang bersangkutan. Terkait dengan status DPO nanti akan segera diterbitkan,” terang Agus.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli