Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:29wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Gus Nadir: Caci Maki atas Wafatnya Kang Jalal, Jelaskan Siapa Meneladani Akhlak Nabi? 

Rabu, 17-Februari-2021 13:20

Cendekiawan dan politisi dari PDIP Jalaludin Rakhmat
Foto : Istimewa
Cendekiawan dan politisi dari PDIP Jalaludin Rakhmat
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi sekaligus tokoh muda Nahdlatul Ulama, Nadirsyah Hosen atau Gus Nadirs mempertanyakan akhlak yang berasal dari nabi apa.

Sebab, terdapat sekelompok masyarakat bersorak-sorai dengan meninggalnya seorang cendekiawan muslim Jalaludin Rakhmat. Padahal, ada juga pemuka agama yang juga pendukung politik wafat Maheer At Twuailibi tak ada caci-maki yang muncul. Namun, doa yang mengalir.

"Ustad Maaher meninggal, tak ada caci-maki malah mendoakan beliau.Kang Jalal meninggal, banyak yg tega mencaci. Yahudi meninggal, Nabi Muhammad berdiri menghormati atas dasar kemanusiaan. Jelas kan siapa yg meneladani akhlak Nabi?, tulis Gus Nadirs dalam cuitannya, di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Seperti diketahui, Tokoh Cendekiawan Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia di usia 71 tahun, Senin, 15 Februari 2021. Tokoh komunikasi kelahiran 1949 itu masuk rumah sakit pekan lalu dan wafat di ruang Intensive Care Unit sebuah rumah sakit swasta di Bandung. “Kabar meninggalnya beliau tadi pukul 15.45 WIB,” kata Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ( Fikom Unpad) Dadang Rahmat.

Baca Juga :

“Beliau salah satu ikon komunikasi di Unpad,” kata Dadang. Pemikiran Kang Jalal soal ilmu komunikasi dinilainya masih tajam. Beberapa buku karyanya sampai hari ini juga masih jadi pegangan mahasiswa, seperti Psikologi Komunikasi, Metode Penelitian Komunikasi.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati