Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:24wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Kabar Gembira! Gubernur: Tidak Ada Zona Merah COVID-19 di Jabar 

Senin, 15-Maret-2021 19:15

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19
Foto : Ayo Bogor
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19
11

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Kabar gembira datang dari Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengatakan tidak ada daerah di provinsi itu yang masuk kategori berisiko tinggi atau zona merah COVID-19 pada pekan ini.

"Tidak ada zona merah di Jabar, kasus juga trennya menurun, bahkan di desa-desa yang tadinya status mikronya (zona) merah dari pekan lalu 300-an, sekarang tinggal 137 turun," kata Ridwal Kamil yang akrab disapa Kang Emil di Kota Bandung, Senin (15/3/21).

Menurut dia, kasus penularan virus corona kepada tenaga kesehatan atau tenaga medis di Jabar juga turun. Ia memperkirakan hal tersebut karena proses vaksinasi masif untuk nakes pada tahap pertama dan kedua.

"Jadi, sebelum ada vaksinasi kasus COVID-19, tenaga kesehatan yang terpapar corona cenderung naik. Setelah dilakukan vaksinasi dan sudah hampir 100 persen pada tahap dua, tenaga kesehatan yang terpapar menurun," kata dia.

Ia mengatakan kalau dari pembacaan statistik, tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 di Jabar sejak dilakukan vaksinasi menurun.

Sementara itu, untuk tingkat kepatuhan daerah di Jabar relatif stabil di atas 80 persen. Kang Emil berharap kepatuhan warga dalam menerapkan protokol kesehatan tetap konsisten.

Menyinggung keterisian rumah sakit, Kang Emil mengatakan trennya relatif menyusut. Jika pada awal tahun sempat 80 persen, kini hanya 54 persen.

"Itu karena ada korelasi kasusnya makin turun maka yang ke rumah sakit juga makin tidak banyak sehingga tingkat keterisian yang dilaporkan oleh rumah sakit ada di angka 54 persen," kata Emil.

Kang Emil menuturkan dari hasil rapat bersama Kementerian Kesehatan pada Senin pagi, wilayah Jabar punya persentase vaksinasi paling tinggi untuk bagian profesi publik, seperti, TNI, Polri, guru dan lainnya.

Namun, kata dia, vaksinasi untuk lansia masih rendah. "Untuk lansia kita masih kurang, kita ranking tiga, oleh karena itu, pekan ini kita akan melakukan vaksinasi maksimal di lansia," ujarnya dinukil Antara.

Pemprov Jabar menargetkan 150 ribu vaksinasi per hari bisa direalisasikan, sehingga saat ini Jabar membutuhkan sedikitnya 40 gedung besar untuk dijadikan sentra vaksin guna mengejar target tersebut.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto