Netral English Netral Mandarin
13:42wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
GPS Nilai Kubu Moeldoko Sengaja Pasang Nazaruddin untuk 'Tembakan Peluru' Korupsi Gurita Cikeas

Kamis, 11-Maret-2021 11:52

KLB Demokrat
Foto : Antara
KLB Demokrat
40

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Sekertaris Jenderal DPP Partai Hanura I Gede Pasek Suardika mengungkapkan sebuah analisa konflik Demokrat. Menurutnya ada startegi yang melibatkan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Eks Politisi Demokrat itu menilai kalau Kubu Moeldoko sengaja dengan tegas memasang figur koruptor besar sekaligus eks Bendahara Umum (Bendum) Demokrat Muhammad Nazarudin. 

"KLB, Nazar & Misterinya1. Sebagai Sekjen PPI, Saya tertarik menganalisa kehadiran sosok Nazaruddin dalam pusaran polemik KLB PD. Sebab sprtnya dua kubu memaksimalkan posisi koruptor tersebut secara terbuka dengan narasi yang berbeda. Banyak jejak digital tentang Nazar," tulisnya dalam ringkasan cuitan seperti dilansir akun resmi twitternya @G_paseksuardika di Jakarta, Kamis (11/3/2021). 

I Gede Pasek menambahkan kalau kubu AHY menuding Nazaruddin sebagai orang dibalik KLB berlangsung. Namun, isu DPC ada isu besar yang tersembunyi. 

"Di kubu AHY, Sosok Nazar ditembak dg isu sebagai bandar KLB dimana ada kesaksian seorang wakil ketua DPC yg ikut diberikan uang Rp 5 juta dan ditipu bukan Rp 100 juta. Bak di dirigen semua langsung mengkapitalisasi isu ini. Isu besarnya,. Koruptor di balik kubu Moeldoko," tulisnya lagi. 

Selain itu, kata GPS kubu Moeldoko bakal memainkan kasus lama terkait gurita cikeas. Bukan tak mungkin datanya dimiliki Nazaruddin yang pernah terjerat kasus korupsi. 

"Sinyal bahwa masih banyak data-data yg belum dibuka oleh orang yg dulu saya sebut Koruptor Paling Sakti di Indonesia itu. Cukup banyak di YouTube pernyataannya soal dana Pilpres, soal aliran dana ke pangeran dan lainnya.Tampaknya politik simbol sedang dimainkan kubu Moeldoko," tulis cuitannya. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli