Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:19wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Dinilai Memiliki Valuasi US$18 Miliar, Gojek dan Tokpedia akan Merger

Selasa, 05-January-2021 11:15

Dinilai Memiliki Valuasi US$18 Miliar, Gojek dan Tokpedia Merger
Foto : Gojek
Dinilai Memiliki Valuasi US$18 Miliar, Gojek dan Tokpedia Merger
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gojek dan Tokopedia dikabarkan bakal merger dengan nilai valuasi US$18 miliar.

Sumber Bloomberg pun mengungkapkan bahwa decacorn Indonesia ini mengkaji merger dengan Tokopedia. Dua sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan, Gojek dan Tokopedia telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk uji tuntas bisnis masing-masing. “Kedua pihak melihat potensi sinergi dan ingin menutup kesepakatan secepat mungkin dalam beberapa bulan ke depan,” kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip dari Bloomberg, Selasa (5/1/2021).

Gojek dan Tokopedia bahkan sudah menandatangani surat pernyataan uji tuntas bisnis. Kedua pihak melihat adanya potensi besar dari sinergi yang berjalan dan berharap putusan bisnis dapat segera terjalin dalam beberapa bulan ke depan.Merger antara Gojek dan Tokopedia sudah dipertimbangkan sejak 2018 silam. Pembicaraan mengenai merger ini dipercepat seiring tidak menemukan jalan merger antara Gojek dengan Grab Indonesia.

"Co-Founder dan CEO Grab Indonesia, Anthony Tan, saat ini terus bertahan dari tekanan Korporasi Masayoshi Son, pemilik Softbank Group, untuk menyerahkan kendali entitas kepada Gojek dalam rencana merger," tulis seorang sumber kepada Bloomberg.

Gabungan Gojek dan Tokopedia diprediksi akan mendominasi market Indonesia. Rencana mereka melantai di bursa Amerika Serikat (AS) juga dinilai memberikan alternatif kepada para investor global, selain berinvestasi kepada Sea Ltd, satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara di bursa AS yang mendulang kenaikan saham 400% atas populernya gim seluler dan patform belanja online tahun lalu, demikian tulis Kontan. 

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani