Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:35wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
GoFood Kuasai Pasar Karena Pengguna Loyal, Pesaing Gencarkan Diskon Biar Pelanggan Tak Beralih

Sabtu, 27-Februari-2021 10:00

Aplikasi pesan makanan.
Foto : skuglobal
Aplikasi pesan makanan.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Berdasarkan hasil riset yang dilakukan CLSA, layanan pengantaran makanan online GoFood mampu menjadi pemimpin pasar karena dukungan pelanggan loyal. Sementara, layanan GrabFood juga banyak digunakan, meski kalah dari GoFood, karena berbagai program diskon  yang ditawarkan.

Riset tematik CLSA yang dirilis pada 24 Februari 2021 itu menyebutkan, 35 persen responden memilih Go-Food dan 20 persen responden memilih Grab-Food. Sebesar 43 persen responden menggunakan layanan dari kedua penyedia yang disebutkan tadi, sekaligus.

Analis CLSA, Jonathan Mardjuki menyatakan bahwa tema pesan-antar makanan online dipilih sebab sektor tersebut merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan di tengah pandemi.

"Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan bahwa 70 persen dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya,” kata Jonathan seperti dikutip Sabtu (27/2/2021) di Jakarta.

"Hanya ada dua pemain besar dalam bisnis pesan-antar makanan online di Indonesia: Go-Food yang dimiliki oleh start-up Gojek asal Indonesia dan Grab-Food yang dimiliki oleh perusahaan rintisan asal Singapura yaitu Grab,” terangnya.

Sebagai informasi, survei dilakukan terhadap 450 responden, mayoritas berasal dari Jakarta dan Bodetabek. Survei dibagi dalam berbagai segmen.

Berdasarkan pendapatan bulanan, proporsinya (19-23 persen) relatif sama untuk golongan gaji Rp4-6 juta, Rp7-10 juta, Rp11-20 juta dan di atas Rp20 juta.

Sedangkan 10 persen responden berpenghasilan di bawah Rp3 juta atau tidak memiliki penghasilan bulanan sama sekali seperti pelajar atau mahasiswa.

Hasil survei juga didasarkan pada tingkat pendapatan, preferensi merek mereka, seberapa teratur memesan makanan secara online, dan beberapa faktor lainnya.

"GoFood menurut kami memiliki pelanggan yang lebih setia, di mana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah 'familiar dengan aplikasi', 'ketergantungan pada GoPay e-wallet' dan 'ramah pengguna,” ungkapnya.

Sementara GrabFood pada kondisi sebaliknya. Sebab, menurut hasil riset, sebesar 60 persen responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama.

"Kami menemukan pelanggan Gojek lebih loyal, sedangkan Grab mengandalkan komersialitas. Kami juga menilai Grab lebih agresif dalam mengamankan penyewa (pelanggan). Secara keseluruhan, menurut kami persaingan yang sehat antara kedua raksasa akan berdampak positif bagi pasar Indonesia," ujarnya seperti dilansir Antara.

CLSA memperkirakan pangsa pasar Gojek akan naik mencapai 58 persen sementara Grab 42 persen. Berdasarkan survei, CLSA juga berpendapat bahwa pelanggan kini telah mengalihkan fokus pada aspek-aspek seperti kenyamanan aplikasi ketimbang pengiriman yang lebih cepat atau tingkat pembatalan yang lebih rendah oleh pengemudi, seperti di masa-masa awal.

"Ini telah menjadi standar umum untuk platform online,” imbuhnya.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP