Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:02wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Gerindra Tetap Jagokan Prabowo di Pilpres 2024, Rustam: Tampaknya Kesempatan Terakhir...

Jumat, 26-Maret-2021 22:00

Pemerhati sosial dan politik, Rustam Ibrahim
Foto : Twitter
Pemerhati sosial dan politik, Rustam Ibrahim
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial dan politik, Rustam Ibrahim memprediksi, Pilpres 2024 bakal menjadi kesempatan terakhir bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden.

Hal tersebut disampaikan Rustam mengomentari pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang berharap Prabowo Subianto tetap bersedia maju sebagai capres di Pilpres 2024 nanti.

"Mengingat usia, tampaknya 2024 adalah kesempatan terakhir bagi Prabowo untuk jadi Presiden RI," tulis Rustam di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (26/3/2021).

Terkait hal itu, Rustam menyebut jika aturan ambang batas untuk mengusung presiden (presidential treshold) di UU Pemilu saat ini tidak ada perubahan, maka Gerindra bakal berkoalisi dengan parpol lainnya untuk mengusung Prabowo di Pilpres 2024.

"Jika presidential threshold tidak berubah Gerindra masih butuh berkoalisi dengan partai lain untuk nyapres. Apakah Gerindra akan berkoalisi dengan PDIP atau partai-partai Islam, mari kita tunggu saja," kata Rustam.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Indikator Politik Indonesia melakukan survei untuk mengetahui suara anak muda tentang isu-isu sosial politik yang tengah berkembang ditanah air saat ini, salah satunya adalah soal pemilihan presiden (pilpres).

Dalam surveinya, Indikator Politik Indonesia mengajukan pertanyaan kepada para responden anak muda "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan anda pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut?".

Dari 17 nama yang disodorkan, hasilnya Anies Baswedan berada di urutan teratas dengan persentase 15,2 persen. Disusul, Ganjar Pranowo 13,7 persen, Ridwan Kamil (RK) 10,2 persen dan Sandiaga Uno 9,8 persen. Sementara Prabowo duduk di peringkat kelima dengan 9,5 persen.

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 4-10 Maret 2021 menggunakan sambungan telepon dengan melibatkan 1.200 responden anak muda berusia 17-21 tahun. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hal itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa hasil survei tersebut akan berbeda bila responden yang dilibatkan dalam adalah masyarakat umum dan bukan hanya menyasar segmen anak muda.

Muzani kemudian mencontohkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) beberapa waktu lalu dengan melibatkan responden dari semua kalangan dan hasilnya Prabowo di posisi teratas bursa capres 2024.

"Itu kan segmennya anak muda dan itu survei kepada milenial kan. Jadi hasilnya tentu berbeda dan survei sebelumnya yang kami baca dari LSI berbeda kan nomor 1 jadi karena LSI survei lebih jamak umum pokoknya mereka sudah pemilih 17 tahun, WNI dan seterusnya," kata Muzani, Selasa (23/3/2021).

Karenanya, Wakil Ketua MPR itu menyebut bahwa hasil survei Indikator bukanlah sebuah bagi Gerindra untuk tetap menjagokan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang. "Jadi saya kira enggak ada problem. Gerindra berharap Prabowo bersedia untuk kita majukan kembali di pilpres," ujar Muzani.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati