Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:49wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Geram ke Ustad Yahya Waloni, DT Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram sebagai Pendakwah

Senin, 15-Februari-2021 20:41

Politisi PDIP Dewi Tanjung.
Foto : Youtube
Politisi PDIP Dewi Tanjung.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi PDIP Dewi Tanjung meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa haram untuk jadi pendakwah kepada Yahya Waloni. Menurut Dewi, MUI harus adil dalam bersikap karena dalam kasus SKB 3 Menteri terkait pemakaian jilbab, mereka langsung bereaksi keras, sementara kepada Yahya Waloni MUI tidak bertindak.

“MUI Tolong Keluarkan Fatwa HARAM Yahya Waloni jadi pendakwah dan ustad.

MUI harus Profesional dan bersikap adil jangan Urusan SKB 3 menteri terkait pemakai Jilbab di Sekolah MUI Ngoceh2.

Giliran ada manusia ngaku jd ustad sebar ujaran kebencian dlm isi ceramahnya MUI Mingkem wae” tulis Dewi di akun Twitternya, Senin (15/2/2021).

Sebelumnya, kecaman terhadap ustadz Yahya Waloni merebak usai ceramahnya yang mengatakan bahwa ia sengaja menabrak anjing karena najis.

Hal itu dia sampaikan di sebuah video yang diunggah kanal Youtube Hadist TV, Sabtu (13/2/2021).

Awalnya Ustaz Yahya menceritakan tatkala dirinya berkunjung ke Jambi. Saat itu ia melintasi sebuah perbatasan wilayah saat hendak berdakwah.

Dia menyebut kawasan itu memiliki kehidupan yang berbeda. Menurut Ustaz Yahya, kawasan itu disebut sebagai Kecamatan Kemuning.

Ustaz Yahya mengataka banyak sekali lapo yang menawarkan makanan dan minuman tidak halal.

Kemudian, Ustaz Yahya bercerita bahwa dirinya pernah menabrak seekor anjing hingga kakinya pincang. "Kutabrak juga seekor anjing, enggak tahu punya siapa. Dia lari pincang kakinya," ujarnya, dikutip Suara.com.

Menurutnya, anjing merupakan bintang yang najis, berbeda dengan kambing. "Kalau kambing masih saya rem, tapi kulihat anjing, najis, kutembak satu yang paling depan," tuturnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani