Netral English Netral Mandarin
21:12wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Gempa Majene, Pasien dan Perawat Terjebak RS yang Ambruk, DS: Dapat Berita Duka, Semoga...

Jumat, 15-January-2021 11:48

Gempa Mamuju, Pasien dan Perawat Terjebak RS yang Ambruk, DS: Dapat Berita Duka, Semoga...
Foto : Liputan6.com
Gempa Mamuju, Pasien dan Perawat Terjebak RS yang Ambruk, DS: Dapat Berita Duka, Semoga...
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar ikut prihatin dengan berita bencana gempa bumi yang melanda Majene dan sekitarnya, dini hari tadi, Jumat (15/1/21).

"Pagi2 dapat berita duka. Semoga semua baik2 saja disana..," tulis Denny sambil mengunggah reportase Liputan6.com terkait bencana tersebut.

Diberitakan, regu penyelamat di Mamuju, Sulawesi Barat berjibaku dengan waktu untuk menyelamatkan korban reruntuhan RS Mitra Manakarra yang ambruk akibat gempa.

Kurang lebih delapan korban dilaporkan terjebak di antara reruntuhan bangunan lima lantai yang rata dengan tanah.

Gedung RS Mitra Manakarra Mamuju roboh akibat guncangan gempa bumi dengan Magnitudo 6,2 yang berpusat di Kabupaten Majene pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 02.28 Wita.

Muflih salah seorang Bidan di RS Mitra Manakarra mengatakan, kedelapan korban itu terdiri dari dua orang perawat, satu pegawai apotek, empat orang pasien berpasangan dan satu bayi yang berada di dalam inkubator. Mereka terjebak karena tidak sempat menyelamatkan diri saat gempa itu terjadi.

"Empat korban terdeteksi masih hidup, karena beberapa saat yang lalu, saat subuh mereka masih meminta pertolongan. Sedangkan empat lainnya belum diketahui kondisinya," katanya, Jumat pagi (15/01/2021).

Seorang anggota tim penyelamat, Ibnu Imat Totori menjelaskan, mereka kesulitan untuk menyelamatkan korban gempa. Tidak adanya alat berat menyulitkan mereka untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan beton.Gempa 6,2 M di Majene Sulbar

"Saat ini kita masih berusaha dengan alat seadanya. Kita sangat membutuhkan alat berat untuk memindahkan beton-beton ini," ujar Imat.

Imat menambahkan, saat ini pihaknya sudah menghubungi pihak terkait untuk membantu korban gempa dalam proses evakuasi. Sebelum bantuan datang, mereka tetap berusaha untuk menyelamatkan korban.

"Semoga para korban ini dapat selamat," ucap Imat.

Hingga Jumat pagi, listrik di Mamuju masih padam.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi dengan Magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 02.28 Wita. Gempa itu berpusat di 2,98 LS, 118,94 BT atau 6 kilometer Timur Laut Majene.

Gempa ini juga turut dirasakan di pusat ibukota Provinsi Sulawesi Barat, yakni Kabupaten Mamuju yang hanya berjarak 34 kilometer dari pusat gempa. Sejumlah bangunan dilaporkan roboh atau ambruk akibat gempa ini.

Berdasarkan pantauan awak media, sesaat usai gempa di wilayah Mamuju, bencana alam ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Sejumlah bangunan di kawasan kantor Gubernur Sulawesi Barat roboh, begitu juga dengan dua buah hotel, yakni Grand Maleo Hotel dan Matos Hotel bangunannya juga rusak parah.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto