Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:39wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Gempa Bumi M5,1 Guncang Wamena, Begini Analisis BMKG

Senin, 25-January-2021 06:47

Ilustrasi gempa
Foto : Istimewa
Ilustrasi gempa
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno melaporkan, pada Senin, 25 Januari 2021 pukul 04.49.36 WIB wilayah Wamena diguncang gempa tektonik. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  Mw=4,8. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,53 LS dan 138,85 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 48 km arah Selatan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada kedalaman 27 km. 

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar lokal. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Bambang, seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1/2021).

Kata dia, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Wamena, II-III MMI. Artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. 

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas dia.

Hingga hari Senin, (25/1/2021) pukul 05.20 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," imbau dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli