Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:04wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Nias Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,2, Tak Berpotensi Tsunami

Kamis, 31-December-2020 19:45

Ilustrasi grafik getaran gempa.
Foto : novinite.com
Ilustrasi grafik getaran gempa.
23

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 dilaporkan telah mengguncang wilayah di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Gempa terjadi pada Kamis (31/12/2020) petang pukul 17.49.03 WIB.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis yang diakses di Medan, Kamis menyebutkan episenter gempa bumi itu terletak pada koordinat 0,32 lintang utara (LU) dan 97,64 bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 34 km arah barat daya Nias Selatan, Sumatera Utara pada kedalaman 23 km.

Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas subduksi lempeng Indo-Australia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempa bumi itu dirasakan di Teluk Dalam II- III Skala Mercalli (Modified Mercalli intensity.MMI).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi iitu tidak berpotensi tsunami," katanya.

Hingga pukul 18.06 WIB, hasil monitoring BMKG yang dikutip Antara menyebutkan bahwa belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Selain itu juga perlu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah, demikian Bambang Setiyo Prayitno. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP