Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:14wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Gema Serukan Deklarasi Damai dari Indonesia Timur, Dengarkanlah!

Minggu, 04-April-2021 15:26

Deklarasi damai yang dilakukan tokoh lintas agama di Papua yang dilaksanakan di rumah Ketua FKUB Papua Pdt. Lipius Biniluk, di Sentani.
Foto : Antara/Humas Polda Papua
Deklarasi damai yang dilakukan tokoh lintas agama di Papua yang dilaksanakan di rumah Ketua FKUB Papua Pdt. Lipius Biniluk, di Sentani.
7

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Ada yang menarik untuk didengarkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Seruan deklarasi damai baru-baru ini diserukan oleh lintas umat di wilayah Indonesia Timur.

Sejumlah tokoh lintas agama, menyerukan deklarasi damai yang dilaksanakan di kediaman Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Papua Pdt. Lipius Biniluk di Sentani.

Deklarasi damai yang ditandai dengan pembacaan pernyataan sikap dilaksanakan Sabtu malam itu (3/4) selain dihadiri tokoh lintas agama juga Waka Polda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Budi Achmadi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua, KH. Syaiful Islam Al Payage menyatakan, pertama mengutuk keras dan mengecam setiap aksi terorisme bom bunuh diri, kedua menghimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat dan umat beragama di Papua untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Ketiga, kami bertekad menjadi yang terdepan dan bersama segenap komponen bangsa untuk terus merawat kerukunan beragama demi tetap tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa, keempat, kami mengajak seluruh komponen masyarakat dan umat beragama di Papua untuk menolak segala bentuk eksploitasi isu sara, intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Sedangkan kelima yakni agar terorisme dan radikalisme tidak berkembang di Indonesia, kami mengharapkan agar pemerintah melakukan seleksi atas sekte-sekte atau bidat-bidat yang ada serta menindak tegas lembaga yang tidak sesuai dengan hukum perundang-undangan yang berlaku.

Ketua FKUB Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk pada kesempatan itu memberi apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia dimana begitu terjadi ledakan di Makassar, Minggu (28/3) langsung bisa mengungkap aktor dibalik aksi yang tidak manusiawi itu.

"Saya percaya kemampuan TNI-Polri sanggup untuk mengatasi aksi terorisme di negeri ini dan tentu hal ini didukung semua tokoh lintas agama, khususnya di Papua, kita sudah sepakat jika ada indikasi keberadaan kelompok atau oknum radikalisme dan terorisme maka semua komponen akan ambil sikap dalam hal ini akan dipulangkan.

Wakapolda Papua Brigjen Pol. Eko Rudi Sudarto mengharapkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya masing-masing.

Istilahnya bisa jadi Polisi untuk diri sendiri, yang artinya harus peka terhadap situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing, dalam hal ini jika ada yang mencurigakan segera laporkan kepada aparat setempat.

Dengan adanya kepedulian warga akan meminimalisir terjadinya atau keberadaan oknum yang merupakan kelompok radikal atau teroris

"Kami berharap masyarakat harus bisa memberikan rasa aman bagi dirinya sendiri, karena hal ini akan meminimalisir terjadinya atau keberadaan para oknum atau kelompok radikal dan terorisme," kata  Wakapolda Papua.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto