Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:33wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
 Geliat Pariwisata Indonesia, Bisakah Bangkit? PHRI Menjawab

Kamis, 18-Maret-2021 18:00

  Geliat Pariwisata Indonesia, Bisakah Bangkit? PHRI Menjawab
Foto : Kemenparekraf
Geliat Pariwisata Indonesia, Bisakah Bangkit? PHRI Menjawab
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Selama setahun pandemi, industri pariwisata sangat terpukul. Pelaku perjalanan, pengelola tempat wisata, biro perjalanan, maskapai, hingga pembuat suvenir dalam hal ini ekonomi kreatif lumpuh. 

Namun, setelah setahun terpuruk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) perlahan tapi pasti bangkit. Hal ini ditandai dengan menggelar Rakernas I Tahun 2021 dengan tema ‘Menjaga Asa Memulihkan Pariwisata Indonesia’.

Melalui kegiatan ini PHRI ingin memupuk kembali semangat dan optimisme pelaku industri pariwisata, khususnya di sektor perhotelan, agar dapat kembali bangkit menghadapi tantangan saat ini maupun tantangan pasca pandemi.  

Optimisme bahwa industri pariwisata dapat kembali berkontribusi bagi perekonomian nasional selalu disampaikan PHRI melalui berbagai program kerjasama dengan stakeholder pariwisata sejak awal tahun 2020, tepatnya ketika COVID-19 mulai mewabah.  

Beberapa terobosan yang dilakukan di antaranya; mengupayakan program Dana Hibah Pariwisata, penyediaan hotel untuk program repatriasi, dan vaksinasi bagi anggota perhotelan dan restoran di Indonesia.  

“Pelaksanaan Rakernas ini juga merupakan upaya dan bentuk komitmen PHRI untuk memulihkan kembali pariwisata nasional yang terpuruk karena pandemi COVID-19,” kata Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum PHRI, Kamis,(18/3/2021). 

Dalam Rakernas I PHRI Tahun 2021 yang diadakan secara hybrid ini diikuti oleh ratusan pelaku pariwisata di sektor perhotelan, dan sejumlah perwakilan dari kementerian/lembaga. Mereka hadir untuk membahas berbagai tantangan dan mencari solusi guna mempercepat pemulihan pariwisata nasional

Sementara itu, PHRI juga membuka peluang kerjasama dengan para stakeholder sebagai upaya nyata memulihkan pariwisata nasional. Salah satunya adalah kerjasama PHRI dengan maskapai penerbangan AirAsia yang meluncurkan program promosi SNAP (paket hotel dan penerbangan AirAsia). Program ini bertujuan untuk mendorong kunjungan wisata ke destinasi prioritas yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah. 

“Apabila para stakeholder saling berkolaborasi, maka proses pemulihan industri pariwisata Indonesia akan lebih cepat,” kata Hariyadi Sukamdani. 

Dalam pengamatan netralnews, beberapa tempat wisata kini sudah mulai menggeliat. Masyarakat tetap mempertimbangkan kawasan wisata yang cocok dan aman selama masa pandemi.

Destinasi wisata outdoor atau ruang terbuka menjadi incaran masyarakat yang sudah sangat rindu dengan traveling. Sebenarnya Anda tak perlu kahwatir untuk berwisata sekarang ini.

Anda dapat memiliki wisata petualangan misalnya mendaki gunung, pergi ke Kawah Ijen, melihat hewan langka ke Pulau Komodo,Labuan Bajo. Atau Anda bisa memilih perjalanan santai ke curug-curug. 

Apalagi sekarang ini hampir rata-rata pengelola industri destinasi wisata sudah menerapkan CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Kemenparekraf sendiri menilai bahwa kunci utama dalam pengembalian kondisi harus dilakukan melalui protokol kesehatan yang disiplin. 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani