Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:01wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Geledah PT Jhonlin Milik Haji Isyam Nihil Bukti, Politisi Demokrat Ini Bilang KPK 'Stroke'

Minggu, 11-April-2021 05:21

Ilustrasi KPK
Foto : Istimewa
Ilustrasi KPK
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi partai Demokrat Benny Kabur Harman mengatakan kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi lemah memeriksa perusahaan swasta milik pengusaha Kalimantan Haji Isam.

Menurut Benny, KPK menjadi 'stroke'  saat berhadapan dengan pengusaha besar asal Kalimantan. Apalagi, kata dia jika dibandingkan dengan era KPK sebelumnya berbanding lurus.

"Geledah PT Jhonlin Haji Isam, KPK Duga Barbuk Dihilangkan. Betulkah? Siapa yg menghilangkan? Di era KPK sebelumnya, langsung saja ditahan dan dikenakan rompi baju kebesaran. Dugaan saya, KPK kena “stroke” saat berhadapan dgn orang ini. Betul?#RakyatMonitor," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Minggu (11/4/2021).

 Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga terjadi penghilangan barang bukti saat menggeledah dua lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap terhadap pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Dua lokasi tersebut adalah kantor PT Jhonlin Baratama, di Kabupaten Tanah Bumbu dan salah satu tempat di kecamatan Hambalang, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

"Di dua lokasi tersebut tidak ditemukan bukti yang dicari oleh KPK karena diduga telah sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak tertentu," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli