Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:55wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Husin Alwi Sebut Ada yang Ingin Jatuhkan Nadiem di Balik Geger Hilangnya Peran KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah

Rabu, 21-April-2021 17:05

Kolase Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dan KH Hasyim Asy'ari
Foto : Istimewa
Kolase Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dan KH Hasyim Asy'ari
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik Kamus Sejarah Jilid I dan II yang diterbitkan Direktorat Sejarah pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud semakin ramai digunjingkan. Kamus itu jadi polemik karena meniadakan peran KH Hasyim Asy'ari dalam kemerdekaan Indonesia.

Husin Alwi ikut angkat bicara. Menurutnya, polemik itu ada kaitannya dengan pihak-pihak yang ingin menjatuhkan sosok Nadiem.

“Pasti ada oknum yg sengaja main dibalik penyebaran buku tersebut. Saya kenyang kalau soal penerbitan buku. Jangankan keluar ISBN masih bentuk dummy aja kadang uda diperbanyak dan dijual belikan. Jadi jgn heran, klu buku itu disebar sebelum sempurna. Ada yg ingin jatuhkan Nadim (Nadiem, red),” kata Husin Alwi Shihab, Rabu 21 April 2021.

Pernyataan Husin tersebut merupakan tanggapan  netizen bernama Suwarno @ssuwarno89 yang mengatakan: “Fakta di lapangan buku sudah terjual bebas di buka lapak. Aneh kan Bib.”

Sementara sebelumnya juga diberitakan bahwa Tokoh dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, juga angkat bicara terkait polemik Kamus Sejarah Jilid I dan II yang diterbitkan Direktorat Sejarah pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud. 

Kamus itu jadi polemik karena meniadakan peran KH Hasyim Asy'ari dalam kemerdekaan Indonesia.

"Naskah tersebut sama sekali tidak layak dijadikan rujukan bagi praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia, karena banyak berisi materi dan framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran Nahdlatul Ulama dan para tokoh utama Nahdlatul Ulama, terutama peran Hadratus Syaikh KH Mohammad Hasyim Asy'ari," poin pertama siaran pers diterima dari Pesantren Tebuireng, Selasa, 20 April 2021.

Pada framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran NU dan para tokoh utama NU, lanjut siaran pers itu, sebagaimana dimaksud dalam butir satu adalah tidak adanya NU dan KH Hasyim Asy'ari dalam Jilid I dan Jilid II Kamus Sejarah Indonesia tersebut.

Juru bicara Pesantren Tebuireng Nur Hidayat menyampaikan, jika dicermati lebih dalam, narasi yang dibangun dalam kedua jilid Kamus Sejarah Indonesia tersebut tidak sesuai dengan kenyataan sejarah, karena cenderung mengunggulkan organisasi tertentu dan mendiskreditkan organisasi yang lain.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto