JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tindakan tegas dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta pada Hamilton Spa & Massage yang menjadi lokasi acara ‘Bungkus Night’. Izin usaha tempat spa ini bakal dicabut. “Kami mau koordinasi dulu dengan Satpol PP dan Dinas PMPTSP (Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), kan harus ada proses administrasinya, mudah-mudahan bisa dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Dedi Sumardi di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Dedi menambahkan, penutupan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. “Terkait sanksi penutupan atau pencabutan izin, tentunya akan mengacu kepada peraturan/ketentuan yang berlaku yakni Pergub no 18/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP, dan Dinas PMPTSP,” tambahnya. Ia melanjutkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kasudin Parekraf di wilayah kota dan kabupaten di Jakarta untuk meningkatkan pengawasan. “Terkait pengawasan, kemarin sudah koordinasi dengan Kasudin Parekraf Jakarta Selatan. Ke depan, bisa lebih intens atau ditingkatkan,” katanya. Sebelumnya, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta menyebut, sanksi yang akan diberikan ke Hamilton Spa & Mass adalah penutupan permanen. Sementara itu, usai menyegel Hamilton Spa & Massage, Polres Jakarta Selatan tengah mendalami pekerja dan peserta 'Bungkus Night Vol 1 yang telah digelar pada Maret 2022 lalu. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit menyebut, acara 'Bungkus Night' melibatkan sejumlah pekerja dan juga orang-orang yang diundang dalam kegiatan tersebut. "Acara itu terindikasi kegiatan prostitusi yang melibatkan partisipan," ujar AKBP Ridwan, Selasa (21/6/2022). Ridwan menjelaskan, penyidik juga akan meminta keterangan para pekerja perempuan yang terlibat di 'Bungkus Night Vol 1'. Perempuan-perempuan itu fotonya sempat diunggah di akun Instagram @hamilton.urbanica milik tersangka. "Beberapa admin dari IG @hamilton.urbanica sudah kita amankan. Secara bertahap ya kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya. Ridwan menyebut dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, pada kegiatan kedua sudah ada beberapa orang yang bertanya tentang kegiatan itu. Namun, sejumlah orang yang bakal menjadi tamunya itu masih baru sebatas bertanya. "Nah, untuk pendaftaran yang saat ini kita belum menemukan sebagai bentuk bukti dan dari beberapa keterangan mereka baru mulai menanyakan, belum ada deal-dealan kepastian mereka untuk ikut ke dalam acara ini," pungkasnya.