Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:11wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Gara-gara Nasi Padang, Anggota DPR Dapil Sumbar Ini 'Serang' DS: Jangan Banyak Bacot Bro

Senin, 25-January-2021 12:20

Anggota DPR Dapil Sumbar Andre Rosiade.
Foto : Twitter
Anggota DPR Dapil Sumbar Andre Rosiade.
11

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Cuitan pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar soal "Padang tak Seindah Nasi Padang" mendapat tanggapan dari anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiedi.

Andre yang merupakan legislatif daerah pemilihan Sumatera Barat ini balik menuding Denny sebagai beban pemerintah. Disaat presiden membutuhkan dukungan seluruh rakyat, Denny dinilai malah membuat komentar yang asal bunyi 'asbun'.

"Lu enggak usah banyak Bacot deh bro. Orang kayak lu ini beban bagi pemerintah pak @jokowi. Di saat Presiden butuh dukungan Seluruh Rakyat, lu malah bikin komentar Asbun," kata Andre dalam akun Twitternya, @andre_rosoedi.

Andre juga mempertanyakan tujuan Denny nyinyir orang Minang. Apakah jabatan komisaris BUMN tujuannya ?

"Emang kalo lo nyinyir sama kami orang Minang lo dapat apa??? Apakah Nyinyir bisa jadi modal Komisiaris BUMN bro?Gw jadi penasaran. Minggu depan Gw tanya lgs deh sama Menteri BUMN bang @erickthohir he...he..he," lanjutnya.

Sentilan Andre Rosiedi ini berawal dari cuitan Denny Siregar yang menyoroti polemik kasus intoleransi yang terjadi salahsatu SMKN di Padang yang mewajibkan jilbab bagi siswinya, termasuk yang beragama non muslim.

Atas kasus tersebut, Denny mengatakan Padang tak seindah nasi padang. Dimana nasi Padang digemari, dan dinikmati semua orang tanpa melihat golongan.

"Padang ternyata tidak seindah nasi padang, yang ada dimana-mana dan dinikmati banyak orang tanpa melihat golongan," kata Denny dalam akun Twitternya, @Dennysiregar7.

Diketahui Elianu Hia orang tua salah satu siswi dipanggil menghadap pihak sekolah karena anaknya tak mengenakan jilbab sebagaimana diwajibkan dalam peraturan sekolah. Elianu dan anaknya Jeni Hia menolak mengenakan jilbab karena bukan kaum muslim.

Karena menolak menggunakan jilbab, Jeni menandatangani surat pernyataan, yang juga ikut ditandatangani Elianu. Surat itu berisi dua hal, yakni tidak bersedia memakai kerudung seperti yang telah digariskan oleh peraturan sekolah, dan bersedia melanjutkan masalah ini dan menunggu keputusan dari pejabat yang lebih berwenang.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani